* Ary OM – Banten

Banten – Kabaharkam Polri Komjen Pol. Condro Kirono meninjau situasi arus Balik Lebaran 1440 H. di Pelabuhan penyebrangan Merak Kota Cilegon, Banten, Minggu 9 Juni 2019. Kabaharkam melihat langsung pengamanan arus balik Lebaran di Pelabuhan merak.

Dalam kunjungannya, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Condro Kirono didampingi Kakor Pol Airud Baharkam Polri dan Kakor Shabara Baharkam Polri . Dengan menggunakan Heli Dinas Kepolisian, rombongan disambut secara langsung oleh Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir beserta pejabat utama lainnya.

Saat ditanya oleh awak media mengenai evaluasi operasi ketupat 2019, Kabahrkam Polri menanggapi bahwa arus mudik Dan arus balik di pelabuhan merak berjalan dengan baik karena sinergitas pemangku kepentingan dalam rangka memberikan pelayanan terjalin dengan bagus.

“Saat ini kita mengantisipasi arus balik, kemarin arus mudik, khusus penyebrangan merak bakauheni itu menjadi pelabuhan penyebrangan yang terpadat di banding penyebrangan yang di banyuwangi ke balik dan pelabuhan penyebrangan yang lain. Dan alhamdulillah sinergitas pemangku kepentingan, baik Polri, ASDP, kemudian dari perhubungan, TNI, dari pengelola jalan tol itu bersinergi dengan bagus, sehingga isu kepadatan yang masyarakat nya menunggu terlalu lama itu tidak terjadi.” Ujarnya

Condro mengapresiasi cara pengelolaan penyebrangan yang telah memaksimalkan dengan baik dermaga-dermaga yang ada di merak. Dan juga memberikan priorities kepada pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Jadi disini saya liat pengelolaannya sudah bagus, ada pembagian penyebrangan yang menggunakan truk, itu disendirikan sehingga tidak mengganggu pemudik yang menggunakan speda motor, bus, maupun mobil pribadi. Kemudian khusus sepeda motor karena sudah spesifik kalo siang nunggu, panas dan sebagainya, juga dapat prioritas diberi kesempatan untuk masuk satu kapal tersendiri. Untuk menghabiskan antrian sepeda motor itu juga bagus sekali. Kemudian 7 dermaga yang ada juga di minimalisir jangan sampai kosong terlampau lama, tadi sekian menit sekian menit sudah bisa di angkut semua.” katanya

Condro mengintruksikan kepada jajaran yang di merak untuk memberikan pemahaman kepada pemudik, untuk bersabar bergiliran menunngu antrian bongkar muat penumpang.

“Dari sini memang kalo lebaran pada saat arus mudik, arus balik penyebrangan itu berbeda dengan jalur darat, dimana kalo penyebrangan ini tersambungkan antara moda angkutan darat kemudian masuk pelabuhan ini harus ada kapal yang menyebrangkan, sehingga masyarakat para pemudik ini juga kita minta dan kita berikan pemahaman untuk juga sabar, karena dermaganya cuma ada 7, kapalnya banyakpun kalo tujuh itu sudah penuh ya pasti tidak bisa menampung jumlah pemudik maupun arus balik yang sekarang.” ucapnya.

Condro juga mengintruksikan kepada jajarannya untuk selalu memberikan himbauan-himbauan da memberikan hiburan kepada pemudik supaya tidak bosan ketia menunggu antrian.

“Ini tadi saya dari lampung, puncak arus balik terjadi kemarin sampai jam 8 pagi tadi, itu jumlah normalnya itu 6.000 tip hari, tapi kemarin sampai jam 8 pagi tadi itu 19.000 jadi hampir tiga kali lipat. Otomatis ada antrean menunggu sehingga saya berpesan, yang menunggu itu supaya tidak jutek lah, supaya bagai mana juga tidak bosan saya minta yang sepeda motor juga kasih tempat yang teduh, kemudian ada himbauan-himbauan oleh Polwan dan sebagainya, ada hiburan-hiburan, intinya beri pemahaman bahwa memang harus dengan jumlah volume yang juga besar, kapsitas yang ada di gilirnya itu, itu tetap ada antrian jadi yang percepatan ini harus jalan terus. Kemudian saya apresiasi juga, beri pemahaman kepada pemudik-pemudik yang balik ke jawa ini. Sekarang ini kapal kapal yang dari bakauheni ke merak, itu tidak menunggu penumpang dari merak ke bakauheni, tapi begitu penumpang turun dimerak, langsung kapal itu, cepat-cepat segera kembali ke bakauheni untuk mengangkut yang lain, itu berarti bahwa penumpang yang dari bakauheni itu bisa segera di angkut kesini,” kata dia.

Dalam kesempatan yang Sama awak media lainnya menanyakan terkait puncak arus balik, Dan condro menanggapi bahwa arus balik terjadi kemarin sampai jam 8 tadi pagi, semua berjalan kondusif walau ada sedikit kepadatan tapi sekarang sudah teruari, adapaun kepadatan yang terjadi sekarang ada di tol cikarang utama menuju jakarta.

“Ya. Saya prediksi ya tadi saya ini, ini memang masih tinggi tapi tidak setingggi tadi malam, tadi malam antrian di Bakauheni itu 2 Km hari ini sekitar 1 Km di jalan tol, dan saya minta tadi evaluasi yang ada di sana supaya terus di buat percepatan – percepatan supaya para penumpang bisa segera masuk kapal.
Dan saya mohon kepada pengelola yang ada di merak, pak Kapolda, ASDP dimerak ini juga empathy nya sama, empathy nya bahwa sekarang ini kawan-kawan kita ini yang ada di bakauheni yang kerja keras ini, makanya kita harus bagai mana mendorong secepatnya setelah selesai kembali ke bakauheni sepecaptnya untuk mengangkut penumpang lagi. Kalo lalu lintas, saya kemarin dari jawa tengah ya, di jawa tengah, kemudian dari madiun kemudian masuk tol jawa tengah, itu kepadatan sudah minimal, sehingga tol yang di solo tigo, yang biasanya tidak di satu arah, baru tadi malam itu satu arah jam 18.00, itu satu arah sampai ke tol kalikangkung. Evalusasinya adalah bahwa jalan tol yang mengcover beberapa kota, itu pasti akan terjadi kepadatan, seperti solo ke jalan tol yang di solo tigo, itu kan mengcover muali dari wonogiri, solo, seragen dan sebagainya, semarang juga sama, kendal demak dan sebagainya, sehingga terjadi kepadatan tapi sekarang sudah menurun. Jalan yang masih padat adalah dari cikarang utama sampai ke jakarta,” kata dia.

Di akhir wawancara, awak media lainnya menanyakan prihal moda transportasi kereta api apakah mengalami penurunan atau kenaikan di bandingkan tehaun sebelumnya, menanggapi pertanyaan tersebut, condro mengatakan bahwa semua moda tranportasi yang di gunakan pemudik mengalami kenaikan kecuali pesawat.

“Kalo kereta bagus ya, penumpang kita tanya, pak menhub, saya juga nanya, semua puas, kemudian ada kenaikan jumlah orang yang naik kereta itu meningkat, jumlah orang yang naik bus itu meningkat, yang naik kapal meningkat termasuk yang menyebrang meningkat, yang turun memang pesawat.” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *