Jakarta – Proses audit laporan keuangan PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dinilai tidak sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap kantor akuntan publik (KAP) terkait laporan keuangan perusahaan maskapai plat merah itu untuk tahun 2018.

Dilansir dari detik.com, Sabtu 15 Juni 2019, KAP yang dimaksud adalah Tanubrata Sutanto Brata Fahmi Bambang & Rakan Member of BDO Internasional.

“Kesimpulannya ada dugaan yang berkaitan dengan pelaksanaan audit itu belum sepenuhnya mengikuti standar akuntansi yang berlaku,” ujar Hadiyanto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan.

Namun demikian, hingga saat ini pihak Kementerian Keuangan tidak bisa memberikan sanksi secara langsung meskipun sudah ada kesimpulan yang menyebut audit tidak sesuai standar akuntansi. Karena, Garuda Indonesia merupakan perusahaan terbuka yang sebagian sahamnya dimiliki oleh publik.

“Sehingga sanksi yang berkaitan dengan dugaan adanya kelalaian dalam pelaksanaan audit dan pemberian opini perlu secara bersama dengan OJK di-assest, sehingga apa sanksi yang akan diterapkan,” kata dia.

Kendati demikian, Hadiyanto mengaku pihak Kementerian Keuangan sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hanya saja, mengenai penetapan sanksinya belum diputuskan.

“Kita kordinasi, kita siap. Karena secara¬†case kita sudah melaporkan ke bu menteri (Sri Mulyani) situasinya, tapi karena menyangkut emiten kita masih menunggu kordinasi final dari OJK,” ungkap dia. (detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *