26 July 2021

Hadirkan Pembicara Internasional, UBL Gelar Pekan Arsitektur Internasional Pertama

*Rilis Humas UBL

BANDAR LAMPUNG – Prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development) kerap diterjemahkan sebagai pembangunan masa depan bagi masyarakat, ekonomi dan lingkungan. Namun, interpretasi prinsip ini terus berkembang menanggapi tantangan saat ini. Sebagai contoh, seabad yang lalu, orang-orang membicarakan tentang pencemaran air dan tanah, namun pada abad ke-21 emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menjadi isu utama dan sekarang kita memiliki masalah kesehatan.

Dalam konteks perkotaan, pembangunan berkelanjutan utamanya berkaitan dengan pembangunan kota dan masyarakat berkelanjutan yang tertuang dalam tujuan 11 dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Perancangan dan perencanaan tata kota masa depan harus melakukan inovasi dan adaptasi sesuai dengan kebiasaan baru warga. Bagaimana merancang ruang dalam rumah, bagaimana merancang taman kota, bagaimana merencanakan penggunaan dan kepadatan lahan perkotaan, dan bagaimana mengembangkan sistem baru untuk transportasi umum.

Langkah dan inovasi dari pembangunan perkotaan kita perlu untuk dibahas, dengan mempertimbangkan bahwa pandemi mungkin berakhir atau tidak berakhir pada akhirnya. Merespon isu tersebut Program Studi Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) bekerjasama dengan UBL SDGs Center menyelenggarakan “The 1st UBL International Architecture Week” dengan tema “Sustainable Cities and Communities: The Next Step Forward with or without the Pandemic”. Hal ini diungkapkan oleh Fritz Akhmad Nuzir, dosen prodi Arsitektur UBL yang juga ketua panitia pelaksana kegiatan ini saat diwawancarai secara daring, Kamis 22-Juli-2021.

“Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi dan mendiskusikan perspektif terkini tentang pembangunan berkelanjutan, berbagai ide untuk mencapai kota dan komunitas berkelanjutan, dan untuk mempersiapkan desain dan inovasi menuju kota masa depan, dengan atau tanpa pandemic,” tambah Fritz.

Sementara itu, Bery Salatar, humas kegiatan ini menjelaskan teknis kegiatan dan pembicara yang akan hadir. “1st UBL IAW 2021 ini menghadirkan pembicara kunci dari akademisi dan praktisi mancanegara, antara lain Prof. Cristopher Stonewall P. Espina (University of Philippines, the Philippines), Assoc. Prof. Masahiko Ota (Kyushu Institute of Technology, Japan), Assoc. Prof. Dr. Pawinee Iamtrakul (Thammasat University, Thailand), Dr.Eng. Tanaphom Wongbumru (Rajamangala University of Technology Thanyaburi, Thailand), Monika Nair, MLA (ATKINS, India), Zhengtian Pan, M.Eng. (Nikken Sekkei, Japan), dan Rayan Faried Saadeldien Labeb, M.Eng (The University of Kitakyushu, Japan),” ungkap Bery.

“Rangkaian kegiatan 1st UBL IAW 2021 akan dilaksanakan mulai 26 Juli sampai dengan 01 Agustus 2021 menggunakan platform Zoom dengan registrasi daring terlebih dahulu. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris untuk webinar dan diskusi (dengan terjemahan sebagian), sedangkan Bahasa Indonesia akan digunakan untuk acara pendukung. Sasaran peserta kegiatan ini adalah mahasiswa, dosen, aparatur pemerintah, masyarakat, profesional, dan lain-lain. Acara ini tidak dipungut biaya kecuali jika memerlukan e-certificate. Registrasi daring akan terus dibuka sampai rangkaian kegiatan berakhir,” tutup Bery.

 38 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Wabup Way Kanan Tinjau Pelaksanaan PPKM Mikro di Kecamatan Gunung Labuhan
Next post Ini Kronologis Tenggelamnya 3 Santriwati Pondok Pesantren Di Way Kanan