Pemkab Lampura Berikan Vaksin Covid-19 Bagi Ibu Hamil

*Laporan : Berkhin S. – Inspiratif.co.id

LAMPUNG UTARA – Sebagai wujud sinergi dan sinkronisasi atas kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Utara mencanangkan pemberian vaksin Covid-19 bagi para ibu hamil. Hal ini dilakukan mengingat di Kabupaten Lampung Utara pernah berstatus zona merah atau level 4.

“Mudah-mudahan vaksin ini memberikan manfaat positif bagi para ibu hamil, agar ibu dan bayinya bebas dari Virus Corona. Target kita untuk saat ini 1.000 dosis vaksin. Virus ini luar biasa karena sasaranya tidak melihat usia, etnis, agama. Siapapun bisa terpapar. Hari ini kita laksanaan vaksinasi untuk ibu hamil, semoga ini akan memberikan edukasi pada masyarakat, mari bersama-sama kita mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Bupati Lampung Utara Hi. Budi Utomo, S.E., M.M., saat Pencanangan Vaksinasi Covid-19 pada Ibu Hamil di Puskesmas Kotabumi II, Selasa 14 September 2021.

Hadir juga pada kegiatan ini, Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Utara Hj. Nur Endah Sulastri, S.Pd., M.M., Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Maya Manan, M.Kes., dan Kepala BPBD Drs. Nozi Efialis, M.Si.

Sebagai pelaksana yang berada di daerah harus mau dan mampu menjalankan apa yang menjadi kebijakan dari Pemerintah pusat, sebagai wujud sinergi dan sinkronisasi dengan berbagai kebijakan yang ada di daerah. “Alhamdulillah, saat ini kita telah berhasil turun ke level 2 atau berada di zona kuning,” ungkap Bupati.

Untuk itu, pada kesempatan ini Bupati memberikan apresiasi dan penghargaaan yang tinggi kepada semua pihak, terutama Tenaga Medis dan Paramedis yang telah berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19, karena berhadapan langsung dengan masyarakat, dan tak jarang menghadapi peliknya kondisi dan situasi masyarakat yang berbeda-beda watak dan tingkat pemahamannya.

“Sebagai manusia kita berkeyakinan bahwa pada hakikatnya yang menyembuhkan penyakit itu adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Namun kita tidak boleh berdiam diri, melainkan harus berikhtiar dengan berobat ke dokter atau mencari obat alternatif lain, serta berupaya memprioritaskan pencegahan daripada tindakan pengobatan, yaitu dengan melaksanakan vaksinasi secara masal dan menyeluruh,” tandas Bupati. (*)

 723 total views,  1 views today

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.