Pj. Bupati Kabupaten Tubaba Dikukuhkan Sebagai Bunda Literasi

oleh

(Inspiratif.co.id)TUBABA – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Zaidirina dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, oleh Bunda Literasi Provinsi Lampung Riana Sari Arinal. Senin, 12-Desember-2022.

Pengukuhan Bunda Literasi tersebut, bersamaan dengan peringatan Hari Kunjung perpustakaan, di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung pada Selasa, 06-Desember-2022 yang lalu dan Pj. Bupati Zaidirina didampingi oleh Rudianto selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tubaba beserta Jajarannya.

Hari Kunjung Perpustakaan, dicanangkan oleh Presiden RI yang kedua yakni Soeharto pada tanggal 14 September 1995 dan hingga kini bulan September ditetapkan sebagai bulan gemar membaca.

Hari Kunjung Perpustakaan dan Gemar Membaca ke-27 tahun 2022 itu bertemakan “Transformasi Perpustakaan Untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional”.

Menurut Riana Sari Arinal, Seperti diatur dalam Undang-undang nomor 43/2007 tentang Perpustakaan, bahwa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagai mana diamanatkan dalam Undang-undang Dasar (UUD) Tahun 1945, perpustakaan sebagai wahana belajar sepanjang hayat.

“Perpustakaan juga mengembangkan potensi masyarakat menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia serta berilmu, cakap, kreatif mandiri dan menjadi Warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam mendukung penyelenggaraan Pendidikan Nasional,” terang Riana Sari, usai mengukuhkan Bunda Literasi Kabupaten Tubaba Zaidirina, Mesuji Pori Karlia dan Pringsewu Rusdiana Adi.

Budaya gemar membaca, kata Riana Sari, hendaknya dipahami hingga kini, karena kebiasaan membaca merupakan sesuatu yang penting dan fundamental yang harus di dikembangkan dalam masa meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan untuk mewujudkan SDM unggul.

“Perpustakaan terus berproses dengan progres capaian yang semakin terlihat, perpustakaan ditantang dan dituntut beradaptasi menyesuaikan layanannya dengan melakukan inovasi untuk membantu kesejahteraan masyarakat,” ucap Riana Sari.

Hanya dengan hal ini, lanjut Riana Sari, perpustakaan membuktikan makna kehadirannya dan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan peradaban yang dimulai dari membaca.

Selain itu, Riana Sari juga mengatakan, perpustakaan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Di era serba digital seperti sekarang ini, perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber informasi bagi masyarakat.

“Dengan perangkat gadget dan adanya mesin pencari raksasa google, memungkinkan setiap orang mendapatkan informasi dari belahan dunia manapun, namun sayangnya tidak setiap informasi yang diperoleh itu benar” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *