KP3 Kabupaten Tubaba Terindikasi Kurang Maksimal

oleh -1,540 views

(Inspiratif.co.id)TUBABA – Pemerintah Pusat hingga di Pemerintahan Kabupaten saat ini tengah berusaha melakukan pengawasan terhadap pupuk bersubsidi, mulai dari Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga pendistribusiannya.

Hal tersebut terlihat dengan dibentuknya Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), komisi ini dibentuk untuk mengawasi pasokan pupuk bersubsidi di setiap daerah agar dapat digunakan dengan baik, hingga sampai ke para petani untuk menunjang perkembangan tanaman. Rabu, 25-Januari-2023.

Namun di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) bagian Utara, ditemukan indikasi ‘kecurangan’ karena salah satu dari kios pupuk, dengan suka rela menjual pupuk bersubsidi ke luar kabupaten.

Dari pengakuan beberapa petani di Kabupaten Mesuji, mereka mendapatkan pupuk bersubsidi dari kios milik (KY) yang berdomisili di Tiyuh Indraloka II, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tubaba. Kios milik (KY) diketahui menjual pupuk bersubsidi kepada petani di Kabupaten Mesuji dengan harga lebih dari HET.

Paiman salah satu petani mengungkapkan, bahwa pupuk yang dibelinya memiliki harga yang lebih tinggi, “Yang beli pupuk dengan (KY) bukan saya sendiri pak banyak kok, pupuk bersubsidi yang kami dapat itu jenis Urea dan NPK harganya Rp. 250.000 /dalam satu sak (50kg)” ucapnya.

Paiman menjelaskan, pupuk bersubsidi yang didapat akan digunakan untuk memupuk tanaman singkong, dan harus melakukan pemesanan terlebih dahulu sebelum pembelian.

“Kami belinya sekarang pak, sebab kalau tidak beli sekarang nantinya tidak kebagian, jadi pupuknya kami pesan jauh hari sebelum menanam,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk Kabupaten Tubaba hanya mendapatkan jatah 8.552 Ton pupuk subsidi jenis NPK dan Urea dan jika mengacu pada peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 10 Tahun 2022 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi sektor pertanian telah ditetapkan untuk 9 Komoditi diantaranya: Padi, Jagung, Kedelai, Cabai, Bawang Merah, Bawang Putih, Kopi , Tebu Rakyat, dan Kakao, sementara utuk HET berkisaran Rp 2.250/kg untuk jenis Urea, sedangkan untuk NPK hanya Rp 2.300/kg.

Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, pemilik kios (KY) dan Dinas Pertanian Kabupaten Tubaba belum berhasil diminati keterangan terkait pendistribusian pupuk bersubsidi ini. (*)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *