Memahami Demam Berdarah Dengue dan Pentingnya Cegah DBD

DBD atau Demam Berdarah merupakan penyakit yang disebarkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui Gigitan Nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypti) yang dapat menyebabkan kematian.

Demam dengue merupakan penyakit akibat nyamuk yang berkembang paling pesat di dunia. Secara umum DBD adalah penyakit demam sendiri, yang muncul 3-10 hari setelah nyamuk yang terinfeksi menggigit seseorang.

banner 325x300

Berdasarkan tingkat keparahannya, demam berdarah terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Demam dengue (dengue fever), yang gejalanya cenderung ringan dan tanpa tanda-tanda perdarahan
  • Demam berdarah dengue (dengue hemorrhagic fever atau DHF), yaitu DBD dengan gejala berat dan tanda-tanda perdarahan, seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Sindrom syok akibat dengue (dengue shock syndrome atau DSS), yaitu DBD parah dengan tingkat kematian tinggi, yang biasanya ditandai dengan gejala lemas atau tidak sadar, keringat dingin, muntah darah, atau sesak napas

Gejala Awal

  • Mendadak panas tinggi selama 2-7 hari
  • Tampak lemas dan lesu
  • Timbul bintik-bintik merah pada kulit
  • Sering terasa nyeri di ulu hati

Gejala Lanjutan

  • Kadang terjadi pendarahan di hidung (mimisan) dan dibawah kulit
  • Kadang terjadi muntah atau berak darah
  • Jika sudah parah, penderita gelisah, tangan dan kaki dingin serta berkeringat. Bila tidak segera ditolong dapat menyebabkan kematian

Upaya Pencegahan

3M :

  • Menguras : menguras tempat yang sering menjadi tempat penampungan air seperti bak mandi, kendi, tongki air, dan drum
  • Menutup : menutup rapat tempat-tempat penampungan air
  • Memanfaatkan : memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk demam berdarah
  • Memeriksa tempat-tempat penampungan air
  • Menaburkan bubuk abate pada penampungan air yang susah dikuras (*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *