Tanggamus, Aman Dari Peredaran Sarden Cacing

Laporan : Darwin Bamuda – Inspiratif.co.id

LAMPUNG — Produk sarden yang mengandung cacing pita tidak beredar di Kabupaten Tanggamus.

Pernyataan ini di sebutkan oleh Ketua Tim Insfeksi Mendadak (Sidak) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. Fb. Karjiyono. Ir. Fb. Karjiyono

Diketahui, tim sidak mulai bergerak sejak 05-06 April 2018, yang menyusuri pasar Talang Padang, Gisting dan terakhir pasar Kota Agung, selain padar tradisional tim juga mengerebek pasar modern setempat.

“Dari sidak tim Pemkab yang terdiri dari unsur bidang ekobang, dinas kesehatan, kepolisian dan TNI, unsur Kecamatan setempat, yang melakukan sidak pasar Talang Padang, Gisting dan hari ini di Kota Agung. Dari sidak ini, kami nyatakan aman dari produk sarden mengandung cacing pita, sebelumnya memang ada, namun telah direturn oleh pemilik toko,” kata Asisten II Ir. Fb. Karjiyono saat memimpin sidak di pasar tradisional Kota Agung, Jumat 06 April 2018.

Karjiyono mengatakan, walapupun tidak menemukan produk sarden mengandung cacing seperti yang di intruksikan Pusat ada sebanyak 28 merk dagang sarden yang harus ditarik peredarannya di seluruh Indonesia.

Akan tetapi cukup disayangkan malah ditemukan produk-produk sarden yang telah kadaluarsa, bahkan telah habis masa layak konsumsinya sejak tahun 2015, masih tetap dipajang disalah satu toko di pasar Kota Agung.

“Nah, hari ini, tim sidak di pasar tradisional dan pasar modern Kota Agung, tidak ditemukan produk produk sarden merk yang mengandung cacing seperti yang diintruksikan pusat untuk di tarik peredarannya. Hanya saja ada ditemukan sarden yang kadaluarsa masih dipajang pemilik toko, dengan alasan sibuk, tidak sempat menyingkirkan, nah produk kadaluarsa ini sudah kita amankan, ” ujarnya.

Karjiyono mengimbau kepada masyatakat untuk selalu waspada dengan produk sarden sesuai yang diintruksikan tidak boleh beredar lagi di pasaran. Kemudian masyarakat juga harus tahu produk makanan dalam kaleng yang baik melalui KLIK.

“Klik itu yakni, perhatikan Kemasannya, Labelnya, Izin Edarnya dan masa Kadaluarsanya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *