Lampura Terima Sertifikat Hak Paten 3 Warisan Budaya Takbenda

*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Berkhin.S – Lampura

LAMPUNG – Setelah mengikuti berbagai seleksi tiga Warisan budaya tak benda asal Kabupaten Lampung Utara, akan mendapat hak paten dan di akui di tingkat nasional.

Tiga warisan itu antaranya Sebambangan atau dengan pengertian nikah larian dalam istilah Lampung, kemudian Nyubuk Majew atau melihat calon pengantin perempuan dengan menggunakan sarung mnyerupai ninja dan Cangget Agung atau dengan sebutan sebuah tarian Agung yang memiliki nilai filosofi kemuliaan suku Lampung.

Diuraikan Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara, Nani Rahayu didampingi Kasi Pembinaan Kesenian, Markos, pihaknya mengirimkan tiga warisan budaya tak benda untuk mendapatkan sertifikat sebagai hak paten dan memperjelas bila tiga warisan budaya itu milik Lampung Utara.

“Alhamdulullah setela melalui perjalanan panjang dan membuat materi mengenai silsilah asal muasal tiga warisan itu akhirnya mendapat Sertiifkat hak paten. Dengan didapatnya sertifikat itu berarti tiga warisan budaya itu berasal dari Lampung Utara,” ujar Nani saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis, 8 November 2018.

Tiga sertifikat hak Paten itu lanjut Nani, diberikan oleh Kementrian Pendidikan kepada Gubernur Lampung. Selanjutnya Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo yang akan memberikannya kepada Bupati Lampura Hi. Agung Ilmu Mangkunegara dalam waktu dekat.

Dari 15 Kabupaten kota yang ada di Lampung, diketahui rata rata hanya memdapat satu warisan budaya yang mendapat hak paten, namun untuk Lampura tiga warisan budaya yang diajukan semua mendapatkan sertifkat dari Kementrian.

“Sebelumnya Warisan budaya Nyubuk Majew mau diambil oleh Kabupaten lain. Tapi saya langsung bilang kalau Nyubuk Majew itu sudah mendapat rekor muri di Lampura, lalu saya buatkan rangkuman tentang Nyubuk Majew, Alhamdulillah diterima. Dan tiga-tiganya warisan yang kita ajukan mendapat sertifikat hak paten,” paparnya.

Sertifikat hak paten tiga warisan budaya takbenda itu lanjut Nani, diberikan oleh Kemendikbud Lampura sebagai perwakilan dari Provinsi Lampung dan dinyatakan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Jakarta 10 November 2018 mendatang.

Kedepan Disdikbud Lampura melalui bidang Kebudayaan kembali akan mengajukan warisan Budaya Ringget dan lainnya untuk mendapat sertifikat hak paten dari Kemendikbud.

“Pada tahun 2016 saya mengajukan warisan budaya Sebambangan tapi tidak lolos. Saya tidak patah semangat, saya ajukan lagi di tahun berikutnya Sebambangan dan Nyubuk Majew lalu diajukan lagi Cangget, Alhamdulillah semua dinyatakan lolos,” kata dia.

Sebelum mengajukan tiga warisan budaya itu tambah Nani, ia mengunjungi dan meminta pendapat terlebih dahulu kepada Para Tokoh Adat Lampung yang ada di Lampura.

Mulai dari Sebambangan ia pergi ke Kecamatan Abung Timur untuk mengetahui tata cara Sebambangan tersebut. Mulai dari saat proses larian, kemudian calon pengantin datang dan tradisi yang digunakan seperti apa.

“Semua kita jabarkan dalam bentuk dokumen tulisan maupun Video. Semua dipaparkan satu persatu dan bukan hasil rekayasa itu nyata ada di Lampura,” pungkasnya. (*)

Keterangan Foto : Nani Rahayu, Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Utara, saat dikonfirmasi wartawan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *