Polres Tanggamus Ungkap Ladang Ganja

*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Desanda

LAMPUNG — Tim gabungan Tekab 308 dan Satresnarkoba Polres Tanggamus berhasil mengungkap keberadaan ladang ganja di Pedukuhan Tulung Balak Dusun Kedaung Pekon Sukabanjar Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus.

Pengungkapan ladang ganja ini oleh aparat Polres Tanggamus berdasarkan penyelidikan, setelah adanya informasi dari masyarakat terkait penjualan daun ganja basah.

Dari lahan barang haram seluas sekitar 2 hektar tersebut, terdapat tiga titik lokasi penanaman, yang diamankan batang ganja siap panen berjumlah 80 batang pohon setinggi 2 meter, 20 batang kecil setinggi 70 cm serta 21 masih dalam semaian.

Guna mencapai lokasi ladang, dibutuhkan pengorbanan yang cukup melelahkan para petugas. Pasalnya jarak tempuh kurang lebih sekitar 10 Km dari Kota Agung, menggunakan kendaraan. Kemudian dilanjutkan 3 jam berjalan kaki mendaki gunung. Bahkan Tim harus bermalam dilokasi hutan tersebut sehingga berhasil menemukan batang ganja di 3 titik peladangan itu.

Selain itu, seorang tersangka turut diamankan tim Polres Tanggamus, yakni M. Yusuf (59) selaku pengurus tanaman ganja. Polres Tanggamus juga menetapkan pemilik ladang bernama Awi sebagai DPO.

“Pada hari Senin 29 Oktober 2018, tim gabungan Tekab 308 dan Opsnal Satresnarkoba berhasil mengungkap adanya ladang ganja di Pedukuhan Tulung Balak Dusun Kedaung Pekon Sukabanjar Kecamatan Kotaagung Timur,” kata Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma didampingi Kasat Reskrim AKP Devi Sujana, Kasat Narkoba Iptu Anton Saputra dan Kasat Intelkam AKP Samsuri dalam konfrensi pers di Mapolres Tanggamus, Kamis 8 November 2018 sore.

AKBP I Made Rasma mengatakan, petugas gabungan kemudian melakukan pengembangan. Mendapati satu nama sebagai pemilik lahan berinisial Awi warga Pekon Kagungan Kecamatan Kota Agung Timur, namun ia telah melarikan diri.

Tidak sampai disitu, akhirnya petugas juga berhasil mengidentifikasi M. Yusuf warga Dusun Bayur Kecamatan Kota Agung Tanggamus selaku penggarap/pengurus lahan tersebut.

“Awalnya tersangka M. Yusuf sempat melarikan diri ke pulau Jawa, bersembunyi di Kecamatan Cimanggis Kota Depok Provinsi Jawa Barat. Namun akhirnya berhasil ditangkap dirumah anaknya pada Senin 5 November 2018,” ujar AKBP I Made Rasma.

Kapolres AKBP I Made Rasma. menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka M. Yusuf, ia melakukan penanaman ganja atas perintah DPO Awi. Tersangka ini mengaku sudah tiga kali memanen ganja tersebut dan mengaku mendapatkan upah Rp. 100 Ribu – 250 Ribu perminggu dari hasil penjualan panen tanaman ganja itu.

“Selain batang ganja tersebut, barang bukti yang diamankan juga terdapat satu unit handphone untuk berkomunikasi mereka. Atas perbuatannya tersangka M.Yusuf dipersangkakan pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, penjara paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun,” tandasnya.

Dihadapan Kapolres, tersangka M.Yusuf menuturkan bahwa ia menanam ganja tersebut sekitar 3 tahun lamanya. Tersangka juga tau jika yang tanaman ganja adalah tanaman yang dilarang.

“Tanam sekitar 3 tahun karena Awi meminta membantunya, sebab posisi ladang ganja bersebelahan dengan kebun saya,” tutur M. Yusuf. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *