Dinas Pertanian Retrut Penyuluh IPDMIP

*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Desanda

LAMPUNG – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kabupaten gelar test rekrutmen tenaga penyuluh program Intergreat Particivation Developmen Irigitation Projeck (IPDMIP), Senin 12 November 2018.

Menurut Kepala DPTPH Prof. Dr. Sony Isnaini, tenaga penyuluh yang akan direkrut sebanyak 14 orang, yang mana saat ini telah dilaksanakan test secara tertulis yang berlangsung di aula kantor DPTPH.

“Yang memgikuti test cukup antusias, yang mengajukan berkas dan mendaptar untuk test sebamyak 77 orang. Namun yang lolos secara administrasi hanya 68 orang, dan hari ini test tertulis. Nantinya ada yang lulus test tertulis dilanjutkan test wawancara dan tahapan lainnya, ” katanya Soni Isnaini saat dikomfirmasi diruang kerjanya.

Soni Isnaini menerangkan, perekrutan tenaga penyuluh tersebut sebanyak 14 orang dalam rangka pendampingan para petani yang mendapatkan bantuan program IPDMIP.

Adapun program IPDMIP merupakan merupakan hibah (on-granting) yang berasal dari dana keberlanjutan sistem irigasi (sustainable irrigation fund).

Program ini dibiayai bersama Pemerintah Indonesia, Asian Development Bank (ADB), serta International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Adapun Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu Kabupaten, dari 5 Kabupaten di Lampung yang mendapatkan IPDMIP. Diketahui untuk Kabupaten Tanggamus ada 14 Daerah Irigasi (DI) yang akan mendapatkan pembangunan irigasi IPDMIP.

“Yang menangani program tersebut ada tiga satker, yakni Dinas PU untuk pembangunan fisik irigasi. Kemudian Bappeda menangani kelembagaannya dan DPTPH dalam menangani kelompok tani dan para petani. Dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, ” terangnya.

Soni Isnaini menambahkan, 14 penyuluh yang lulus tes tertulis dan wawancara serta tahapan lainnya akan di berikan Surat Keputusan (SK) tenaga penyuluh status kontrak kerja selama lima tahun, yang diterbitkan oleh Kementerian PUPR.

“Tugas mereka, adalah mendampingi para petani dalam pengembangan budidaya, pemeliharaan dan sebagainya. Mereka setelah mendapat SK akan dilatih di Pusat terkait bidang pertanian, ” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *