* Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Adi – Bangka Belitung

Belitung Timur — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak PPPA Republik Indonesia, diwakili oleh Sekretaris Menteri DR. Pribudianta Sitepu, membuka Kongres Anak Indonesia ke XV 2018 di Gedung Olah Raga Kota Manggar Kabupaten Belitung Timur, Selasa 20 November 2018.

Hal itu juga bersamaan dengan peringatan 29 tahun ditandatanganinya Konvensi PBB tentang Hak Anak (convention on the rights of the child) yang jatuh pada tanggal 20 November.

Pada kesempatan itu, juga tampak hadir Bupati Belitung Timur Yusli Isza Mahendra.

“Jadilah anak masa depan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan terhindar dari ujaran-ujaran kebencian dan paham paham radikalisme yang dapat mengancam masa depan anak,” ujar Mahendra.

Mahendra juga mengatakan, kesempatan ini menjadi wadah untuk saling mengenal di antara peserta, solider dan dapat menghasilkan rumusan suara anak yang baik untuk disampaikan kepada keluarga masyarakat pemerintah maupun legislatif juga yudikatif.

Sementara, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait, mengatakan bahwa pelaksanaan Kongres Anak Indonesia XV yang terjadi kali ini.

“Ini adalah agenda tahunan Komnas Perlindungan Anak yang dimandatkan sejak tahun 2000 oleh Komnas Perlindungan Anak, adalah untuk mewujudkan artikel pasal 15 dari ketentuan Konvensi hak anak serta Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 mengenai perubahan kedua dari undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia. Menekankan bahwa di seluruh belahan dunia anak-anak termasuk anak-anak di Indonesia berhak untuk didengar pendapatnya, bebas berekspresi, berserikat dan berkumpul sebagai wujud dan wadah anak untuk berpartisipasi,” ujar Arist.

Dalam keterangan persnya, Arist juga menambahkan, melalui Kongres Anak Indonesia ini diharapkan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti Kongres Anak Indonesia kemarin, untuk menunjukkan bahwa anak-anak bukanlah melulu anak bermasalah namun melalui kegiatan Kongres Anak Indonesia kali ini.

“Anak juga bisa menjadi solusi untuk menjawab permasalahan anak di Indonesia bahkan permasalahan anak di seluruh belahan dunia,” tambah Arist. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*