Pelabuhan Perikanan Kota Agung Kumuh

*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Desanda

LAMPUNG — Warga dan Pengunjung Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kotaagung, Kabupaten Tanggamus mengharapkan Pemerintah membenahi fasilitas sarana prasarana Pelabuhan Perikanan yang kondisinya saat ini terkesan semrawut dan kumuh.

Menurut Anto salah seorang warga setempat, seharusnya areal PPP tersebut di tata dan kembali di bangun, sebab areal yang semakin ramai aktifitas transaksi jual beli ikan laut tersebut kondisinya memprihatinkan.

Pasalnya pelabuhan perikanan sudah sekelas PPP seharusnya telah memiliki fasilitas yang memadai dalam pemasaran ikan hasil tangkapan nelayan.

Begitu juga areal PPP harus tertata rapi, ada balai pertemuan nelayan dan drainase serta penerangan malam hari juga harus terang, untuk kelancaran aktifitas bongkar muat ikan hasil tangkapan.

“Kalau saat ini kondisi pelabuhan semrawut, bahkan terkesan kumuh, karena bau, sebab tidak berfungsinya drainase. Begitu juga lapak dagangan ikan milik pedagang ikan seadanya, Kemudian juga gedung penampungan ikan dan tempat pelelangan ikan sudah rusak, harus ada perehaban,” katanya, Rabu 05 Desember 2018.

Menanggapi keluhan dan harapan warga masyarakat tersebut, langsung disikapi oleh Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) PPP kotaagung Dinas Perikanan Provinsi Lampung Endro B.Prabowo.

Endro menerangkan, untuk pembenahan sudah pihaknya usulkan ke Dinas, namun untuk saat ini masih terkendala dana anggaran. Sehingga diwacanakan pada tahun 2019 mendatang pembenahan Pelabuhan Perikanan Kotaagung tersebut baru bisa terealisasi. Adapun tahap awal pembenahan areal Pelabuhan, adalah pembuatan master plan areal pembangunan Pelabuhan.

“Karena konsep pembangunan yang ada saat ini sudah tidak sesuai lagi dengan era saat ini, sehingga harus ada denah master plan yang baru sesuai zaman. Nah dari masterplan pembangunan areal pelabuhan yang baru nanti sebagai acuan kami untuk pembenahan, ” terang Endro.

Endro menjelaskan, bahwa benar adanya dari keluhan pengunjung Pelabuhan tersebut, terkait adanya kesan kumuh. Hal tersebut disebabkan drainase tidak berfungsi dan juga lantai areal lapak dan gedung penanpungan ikan sudah rusak tidak bersemen. Imbasnya air ikan tidak mengalir dan mengendap disekitar lapak saja, begitu juga minimnya penerangan dimalam hari menyulitkan aktifitas nelayan, dan banyak kekurangan fasilitas lainnya.

“Semua sudah kami data dan diusulkan ke Pimpinan, namun tahun ini belum bisa terealisasi karena keterbatasan anggaran. Tapi semuanya kami tindak lanjuti, walaupun UPTD baru Agustus tahun 2018 lalu berdiri, dan saya menjabat kepala disini. Kami usahakan secara mandiri mengurangi masalah, seperti penerangan kami beli lampu tembak, dengan biaya sendiri. Untuk mengantisipasi terjadinya perselisihan antar nelayan akibat suasana gelap, pernah hampir terjadi keributan, ” jelasnya.

Endro menambahkan, untuk pendapatan asli daerah dari PPP Kotaagung ini, telah melampaui target dari yang ditetapkan, bahkan over target. Adapun jumlah pedagang lapak ikan tenda berjumlah 50 pedagang, kemudian pedagang didalam gedung penampungan berjumlah 10 pedagang.

“Sebenarnya masih besar potensi PAD dari pelabuhan ini, jika fasilitas pelabuhan sudah selesai dibangun semua. Seperti break water belum tuntas dibangun, dan kolam pelabuhan juga masih banyak batu dan lempengan besi, sehingga kapal tidak maksimal berlabuh, ” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *