Petambak Tanggamus Menjerit, 54 Hektare Tambak Rusak Paska Banjir

*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Desanda

LAMPUNG — Petambak ikan bandeng dan udang putih di Karang Anyar, Kecamatan Wonosobo menjerit, pasalnya 54 hektare lahan tambak mereka rusak diterjang banjir dengan kerugian mencapai Rp380 juta.

Bukan itu saja benih ikan bandeng kisaran 500 ribu habis hilang tak berbekas terseret arus banjir bandang Pekan lalu.

Begitu juga 100 ribu benih udang putih bantuan pemerintah pusat yakni dari Karang Asem Bali, yang belum lama ditebar petambak, juga sebagian besar hanyut terbawa arus.

Menyikapi fenomena tersebut Dinas Perikanan Tanggamus bekerja cepat melalui Bidang Perikanan Budidaya langsung mengecek lokasi tambak yang terdampak.

Menurut Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Edi Narimo,SH didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sigit Bayu Premono, paska kejadian bencana banjir di Pekon Karang Anyar, Wonosobo. Pihaknya langsung menurunkan tim mengecek lokasi sekaligus mendata dampak kerugian fisik tambak serta materi yang dialami petani tambak.

“Dari data yang kami dapatkan, dampak banjir telah merusak sekitar 54 hektare tambak, dengan katagori rusak parah, yang mana ikan yang ditebar petambak habis terbawa arus. Begitu juga petambak udang putih, namun udang masih diharapkan ada yang selamat, karena sifatnya yang suka didasar tambak. Dari data kami tersebut untuk kerugian materi ditaksir mencapai Rp380 jutaan lebih, ” katanya, Rabu 05 Desember 2018.

Edi Narimo menerangkan, sebagai tindak lanjutnya, pihak Dinas Perikanan akan melaporkan data kerusakan tambak tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus.

Kemudian akan dilaporkan ke Provinsi Lampung dan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan harapan bantuan untuk petambak.

“Jadi untuk saat ini Dinas Perikanan Tanggamus belum ada bantuan, dan memang tidak ada anggarannya, namun kami jadikan bencana ini fokus perhatian kami. Dengan melakukan pedampingan kepada petambak paska banjir ini, perlu diketahui ini yang kedua kali banjir melanda tambak Karang Anyar tersebut. Pertama dibulan april, yang merugikan petanbak sekitar Rp83 jutaan, namun kali ini yang terparah, ” terangnya.

Edi Narimo menambahkan, adapun jumlah petambak di Pekon Karang Anyar tersebut berjumlah sekitar 50 orang perambak yang tergabung dalam 5 Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

“Sebenarnya petambak di Karang Rejo dan Kaca Puro di Kecamatan Semaka juga terdampak banjir, namun datanya belum terinput, segera kami turun kelokasi,” imbuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *