* Redaksi

JAKARTA — Kasus teror penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali hangat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang.

Dibuktikan dengan dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) oleh Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian, Selasa 08 Januari 2019, melalui Surat Tugas Kapolri Nomor Sgas/3/I/HUK.6.6/2019

Menurut Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, pembentukan tersebut dinilai terlambat.

“Sekali pun telat, itu lebih bagus daripada tidak sama sekali ya,” ucap Hidayat di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin 14 Januari 2019.

Selain itu, Hidayat berharap tim gabungan Novel itu tak bermuatan politis. Alasannya, kata dia, pembentukan tim itu terkesan mepet dengan Pilpres

“Mudah-mudahan ini bukan untuk kepentingan politik dan tidak untuk kepentingan politisasi,” ujarnya.

Pembentukan tim gabungan ini didasari rekomendasi Komnas HAM untuk Polri terkait kasus Novel yang tak kunjung menemukan titik terang. Hidayat pun berharap tim gabungan ini bisa mengungkap kasus teror terhadap Novel dengan sebenar-benarnya.

Ia mengingatkan agar tak ada fakta yang ditutupi.

“Kita berharap kerjanya betul-betul transparan dan profesional. Jangan nanti hanya menghadirkan kambing hitam untuk targeting seolah-olah sudah dikerjakan, seolah olah sudah ditangkap, padahal belum tentu dia yang melakukannya. Ada yang sebenarnya melakukan, justru ditutupi atau diselamatkan,” ujar Hidayat. (detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*