Bohong Soal OP dan BOK, GMPK:Kadiskes Lampura Terindikasi Korupsi

*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Berkhin.S

LAMPUNG – Kebohongan publik yang diduga dilakukan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Lampung Utara atas Operasional Puskesmas (OP) dan Biaya Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2018, disoroti serius oleh Organisasi Massa (Ormas) Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) daerah setempat.

GMPK menilai, jika pembohongan tersebut benar adanya maka terindikasi kuat Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) telah melakukan korupsi.

Dikatakan Divisi Humas ormas GMPK Lampung Utara, Adi Rasyid menyatakan, Maya Mestissa selaku Kadiskes telah melakukan kebohongan publik karena telah mengklaim bahwa dana OP dan BOK sepanjang tahun 2018 telah dicairkan dan telah disalurkan seluruhnya ke Puskesmas yang ada di kabupaten Lampura.

Padahal menurut sumber dan pemberitaan yang ada dana tersebut tidak sepenuhnya cair di tahun anggaran 2018 yang lalu.

“Jika demikian ini jelas dia (Kadiskes) telah melakukan pembohongan publik. Terlebih lagi ini menyangkut anggaran baik itu yang sifatnya dari pusat (DAK) maupun daerah (APBD) maka terindikasi kuat telah terjadi tindakan koruptif atau kebocoran anggaran. Masak cair sebagian tapi diklaim telah seluruhnya,” Ujar Adi Rasyid melalui sambungan telepon Rabu, 13 Februari 2019.

Rasyid pun meminta aparat penegak hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan untuk lebih proaktif dalam mengusut dugaan indikasi-indikasi penyelewengan uang negara di setiap instansi yang ada. ” Kami pun berharap pihak Kepolisian dan Kejaksaan bisa melakukan strategi jemput bola bagi indikasi-indikasi tindak pidana korupsi apa lagi persoalan ini telah beberapa kali mencuat di media massa. Mereka (Polisi dan Jaksa) diberi kewenangan soal ini karena memiliki instrumen dalam menindaklanjuti dugaan-dugaan penyelewengan uang negara. Kami pun, GMPK komitmen memerangi korupsi dan bergerak sesuai tupoksi dan aturan main yang ada dalam organisasi,” kata Humas Ormas bentukan mantan pimpinan KPK, Bibiet Slamet Rianto ini.

Masih menurut Rasyid, Dinas Kesehatan merupakan salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkesan tertutup dalam setiap menjalankan program dan kegiatannya. Oleh karenanya , dia pun mendesak dinas tersebut agar lebih terbuka dan transparan. Hal ini diperlukan agar tidak banyak anggapan dan tudingan miring terhadap dinas seperti yang terjadi saat ini. ” Kalo saya baca di berbagai media. Banyak sekali pemberitaan yang menilai Dinas Kesehatan tertutup dan sulit sekali mendapatkan informasi kegiatan yang ada dalam dinas tersebut. Terbukalah karena sekarang zamannya keterbukaan informasi publik. Kalo banyak tertutup wajar saja tudingan dan indikasi kesalahan terjadi disana,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, pernyataan Kadiskes Maya Mestissa tentang pencairan dana OP dan BOK tahun 2018 telah seluruhnya disalurkan dan tidak ada masalah. Akan tetapi pernyataan tersebut dibantah oleh beberapa narasumber terpercaya bahwa dana OP tahun 2018 hanya enam bulan saja (Januari-Juni) disalurkan sedangkan untuk dana BOK hanya sembilan bulan (Januari-September). Para Kepala Puskesmas telah dua kali dikumpulkan di Dinas Kesehatan untuk satu suara menyatakan bahwa dana OP dan BOK 2018 telah seluruhnya dicairkan dan dialokasikan. (*)

Keterangan Foto : Adi Rasyid, Divisi Humas ormas GMPK Lampung Utara (ist)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*