M. Rasidi : Menelantarkan Orang Dalam Kesulitan itu adalah Tindak Pidana

*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Wardi Saputra-Tuba Barat.

LAMPUNG – Masih ingat dengan seorang Remaja 15 Tahun bersama Kedua Adiknya yang hidup ditengah-tengah perkebunan karet di Tiyuh Penumangan kecamatan Tulangbawang tengah Kabupaten Tulangbawang Barat.
Akhirnya mendapatkan perhatian khusus Dari Pemkab setempat melalui Dinas Sosial.

Berita Sebelumnya:

Remaja 15 Tahun Harus Nafkahi Kedua Adiknya Ditengah Kebun Karet Ini Penyebabnya

Namun, Niatan yang sangat mulia dari Pemkab Tulangbawang Barat maupun Pemprov Lampung untuk menjadikan kehidupan tiga bersaudara ini agar lebih baik lagi bakal kandas dikarenakan Pihak keluarga angkat Jamil justru menolak tawaran Pemkab Tubaba untuk membawa ketiga bocah yang ditinggal mati oleh ayahnya dan ditinggal menikah lagi oleh ibunya itu untuk dibawa ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Lampung Utara. Rabu, 13 Februari 2019.

“Kami sudah kroscek dilapangan Dan kami sudah siap untuk memFasilitasi untuk pendidikan bagi adik adik Jamil, bahkan Jamil nya sendiri kita harapkan bisa melanjutkan sekolahnya, Namun niat Baik kami kandas pasalnya pihak keluarga angkat dari jamil tidak setuju untuk anak-anak tersebut kita titipkan dipanti sosial ,”jelas M. Rasidi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulangbawang Barat Saat dijumpai diruang Kerjanya Rabu, 13 Februari 2019.

Lebih jauh, M.Rasidi juga menyampaikan, Bahwa pihaknya Hanya dapat membantu mengenai pendidikan.

“Kalau berupa Finansial yg lain untuk saat ini sedang kehabisan stok, sebab semua persiapan di Kabupaten Tulangbawang Barat sudah kita Sumbangkan dengan saudara kita yang terkena musibah baik di Lampung selatan maupun di Donggala beberapa waktu lalu,”ujarnya.

“Namun Kami sudah koordinasi dengan Lembaga Sosial Kesejahteraan anak di Kabupaten Lampung Utara dan mereka juga sudah siap untuk menerima. Intinya Kami siap memfasilitasi Jamil asal pihak keluarga mengisinkan,”Imbuh M.Rasidi.

M.Rasidi pun menjelaskan, pihaknya membawa ketiga saudara tersebut ke LKSA Lampung Utara lantaran tempat aman bagi anak tersebut jaraknya cukup dekat dengan Kabupaten Tubaba.

“Jadi kalau sewaktu-waktu mereka mau berkunjung ke saudara mereka disini kan dekat, tapi keluarga angkatnya itu yang melarang kami, alasannya ya mereka masih mampu mengurus ketiga anak itu,”ujarnya.

Rasidi menyarankan agar keluarga angkat tersebut benar-benar mengurus ketiga anak itu. Disamping itu juga pihaknya tetap berupaya untuk membawa anak-anak tersebut ke LKSA.

“Kalau keluarga angkatnya ini tidak mengurus mereka berarti penelantaran anak, ya kita tau kan kalau menelantarkan orang dalam kesulitan itu adalah tindak pidana. Kita tidak mau keluarganya ini yang kena pidana,”tegas M. Rasidi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*