*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Berkhin S. – Lampura

LAMPUNG – Masalah indikasi tak tersalurnya Dana Operasional Puskesmas dan Biaya Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2018, ditindaklanjuti Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Utara dengan kembali panggil Kepala Dinas Kesehatan Maya Metissa, Senin 11 Maret 2019, siang. Pemanggilan dimetahui sebagai tindaklanjut  untuk pengumpulan bahan dan keterangan.

Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Utara, Yuliana Sagala, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Van Barata Semenguk menjelaskan, pemanggilan hari ini bentuk lanjutan dari pemeriksaan sebelumnya.

“Hari ini melanjutkan laporan, pengumpulan kelengkapan dokumen terkait DOP dan BOK. Biarlah proses berjalan dulu dan Tetap kita memakai azas praduga tak bersalah dalam hal ini,” ujar Van Barata di ruang kerjanya.

Dia menyatakan, jika nanti kedepan ada temuan bukti yang mengarah pada indikasi terjadinya pelanggaran tindak pidana korupsi pasti akan ditingkatkan ketahapan penyidikan. “Biarlah proses berjalan mudah-mudahan tidak lama kita percepat hasilnya pasti akan kita publis. Jika telah mengkerucut adanya indikasi dan tersangka kita akan lanjutkan ke penyidikan,” kata Barata

Pihak Kejaripun mengagendakan akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap Kadiskes pada pekan ini atau pekan depan. “Kita jadwalkan pekan ini atau pekan depan untuk memeriksanya kembali,” terangnya

Terkait apakah akan ada pihak-terkait lainnya yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Van Barata menyatakan pihaknya akan merapatkannya terlebih dahulu. “Soal pemanggilan pihak lainnya (Kepala Puskesmas) tunggu hasil perkembangan nanti. Yang pasti tim penyidik kami akan membahasnya terlebih dahulu,” kata dia.

Diakhir pembicaraan, Van Barata menyatakan apresiasinya terhadap dukungan dari berbagai pihak kepada Kejari dalam mengusut dan menuntaskan kasus-kasus korupsi yang ada. “Terimakasih atas dukungan moril temen-temen ormas dan mahasiswa kepada penegakkan hukum oleh Kejari. Tapi yang jelas kita harus hati-hati dalam hal ini jangan sampai kita salah dan mendzolimi orang yang tidak bersalah,” pungkasnya.

Sementara Kadinkes, Maya Mestissa usai menjalani pemeriksaan di ruangan Pidsus Kejari setempat enggan berkomentar lebih banyak. Diarinya hanya mengakui bahwa pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan lanjutan terkait laporan dugaan kasus raibnya DOP dan DOP. “Ya kita mengantarkan berkas dan dokumen pendukung tentang objek yang dilaporkan. Sekaligus diajukan beberapa pertanyaan oleh Jaksa terkait hal itu,” ujarnya. (*)

Keterangan Foto : Kepala Dinas Kesehatan Maya Metissa, saat dikonfirmasi usai diperiksa Pidsus Lampung Utara, Senin 11 Maret 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*