* Rilis Humas IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG — Gojek Indonesia membagi kesuksesannya dalam seminar IT Development IV Himpunan Mahasiswa (Hima) Sistem dan Teknik Komputer (Stekom), di Aula Alfian Husin Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Minggu 17 Maret 2019.

Vice President Gojek Regional Sumatera, Erika Agustine mengatakan pasar Gojek di Indonesia terus berkembang. “Sekarang sudah sampai ratusan juta yang mengunduh aplikasi Gojek untuk menjadi pengguna,” ungkapnya.

Erika menerangkan bahwa Gojek merupakan salah satu unicorn terbesar di Indonesia.

“Unicorn tahu kan artinya pendapatan startup yang telah melebihi Rp1 miliar,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan layanan yang diberikan Gojek tidak sebatas hanya transportasi saja kepada masyarakat.

“Layanan yang diberikan gojek tidak hanya sebatas transportasi masyarakat melainkan juga kuliner. Tempat-tempat makan yang tidak diketahui masyarakat juga menjadi target kita untuk dikenal masyarakat sehingga mengangkat kuliner daerah,” bebernya.

Erika juga menyampaikan saat ini sudah dapat melayani Go Massage. Dia juga mengatakan sebagai startup yang baru masalah pasti ada. Banyak masalah tetapi terus melakukan evaluasi dan driver juga paling banyak menerima laporan.

“Seperti order fiktif atau tidak sesuai identitas driver dengan kendaraan. Kita kan punya satgas yang menindak dan bertugas dalam melakukan pengawasan terkait kecurangan-kecurangan tersebut,” terangnya.

Saat ini, lanjut Erika, Gojek telah melakukan ekspansi ke negara Vietnam.

“Kita juga ekspansi ke Vietnam dan sudah di Singapura serta Thailand,” tuturnya.

Erika meladeni pertanyaan peserta bahwa layanan gojek belum sampai desa dikarenakan harus melihat potensi peluang bisnis di daerah tersebut.

“Iya ada beberapa terutama yang dipelosok Gojek belum bisa menjangkau karena kita harus melihat peluang bisnisnya dari permintaan masyarakat didaerah tersebut. Apakah sudah ramai dalam penggunaan aplikasi online transportasi,” jelasnya.

Sementara, CEO DJ Corp Davit Kurniawan menyampaikan Mobile Network Security dengan menganalogikan seperti kehidupan sehari-hari.

“Kita menyimpan sesuatu dalam laci dan itu dikunci, laci dalam lemari kita kunci juga lemarinya, lemari di dalam kamar dan kamarnya dikunci juga. Kemudian kamar ada dalam rumah yang kita kunci juga dan rumahnya memiliki pagar dan gemboknya kita kunci juga. Itulah proses mobile network security dan teman-teman semua punya handphone kan,” ungkapnya.

Handphone, kata Davit, merupakan barang berharga saat ini karena semuanya ada dan tersimpan di dalam gadget tersebut.

“Handphone anda merupakan diri Anda. Semua data diri dan foto serta hal lain yang privat ada disana. Oleh karena itu harus dijaga dan tidak sembarangan ditaruh,” ujarnya.

Sedangkan, Wakil Rektor III IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan kegiatan IT Development IV ini bagian dari program kerja himpunan mahasiswa jurusan.

“Jadi tidak hanya seremoni saja tetapi harus dijalani dengan pembelajaran mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan. Karena dunia IT saat ini terus berkembang dan mahasiswa harus bisa mengikuti perkembangan tersebut dengan gelaran seperti ini sudah sangat sesuai dalam era industry 4.0,” ungkapnya.

Dia berharap kegiatan seminar IT Development IV dapat bermanfaat bagi peserta maupun panitia.

“Narasumbernya kan sangat bagus dan berkompeten di bidangnya dalam dunia IT. Bagaimana juga mahasiswa dapat menghasilkan karya-karya dalam kegiatan-kegiatan ini,” pesannya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*