*Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Wardi Saputra-Tuba Barat

LAMPUNG – Terkait Penyakit Demam berdarah dengue (DBD) yang makin hari makin mewabah hingga mengakibatkan makin bertambahnya Warga di Tiyuh Penumangan Kabupaten Tulangbawang Barat yang terkena penyakit berbahaya dan mematikan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten setempat menunggu laporan dari Warga. Senin, 18 Maret 2019.

Dijumpai diruang kerjannya Majril selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tulangbawang Barat menyampaikan, Dinas terkait akan segera menindaklanjuti persoalan penyakit DBD tersebut kalau ada laporan kepada pihaknya.

“Pihak kami selalu siap merespon setiap kali ada laporan dari warga yang terkena DBD, tapi selama ini bagaimana kami mau menindaklanjuti kalau tidak ada laporan, saya atas nama Dinas Kesehatan mengucapkan terima kasih atas laporan ini dan secepatnya kami akan ambil tindakan,” Ucap Majril pada Senin, 18 Maret 2019 sambil langsung mencatat nama-nama Warga Tiyuh Penumangan yang terkena DBD.

Untuk mekanisme pelaporan tersebut, Majril memaparkan, Warga lapor Ke puskesmas baru nantinya Pihak Puskesmas berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

“Kami pastikan akan segera ditindaklanjuti kalau laporan itu sudah sampai di Puskesmas, tapi dengan catatan laporannya harus jelas alamat Warga yang mengalami Penyakit DBD itu, sebab nanti akan dilakukan pemeriksaan untuk memastikan wilayah tersebut apakah masih ada Jentik nyamuknya, selain itu dipuskesmas juga sudah disediakan Bubuk pembunuh jentik nyamuk tersebut, jadi bagi warga yang mau bubuk tersebut silahkan ke Puskesmas setempat dan itu diberikan secara gratis.”Paparnya.

Lebih lanjut, Majril menjelaskan Untuk upaya pencegahan penyebaran Wabah Penyakit DBD akan lebih baik kalau ada peran serta dari Warga setempat.

“Salah satu Contoh, Warga bisa membudidayakan Gotong Royong di Wilayah setempat agar lingkungan selalu bersih, menutup rapat tempat penampungan air dan mengurasnya apabila penampungan itu sudah 2-3 hari, serta jangan membiarkan ada wadah tempat penggenangan air supaya tidak ada tempat pengembangbiakan Nyamuk,”Jelasnya.

Selain itu, Majril juga menerangkan Kalau Pogging bukanlah solusi untuk pencegahan Mewabahnya Penyakit DBD.

“Sebab, Pogging itu dilakukan diradius terbatas bukan seluruh Tiyuh, kalau dulu radius yang di Pogging hanya 100 meter dari tempat warga yang terkena penyakit DBD namun sekarang sudah dirubah menjadi 200 meter, tapi yang dikhawatirkan kalau terlalu sering dilakukan Pogging akan mengakibatkan Wabah nyamuk penyebar DBD itu makin kebal, sehingga akan makin sulit untuk pencegahan pada waktu berikutnya,”Tutup Majril. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*