Laporan Wartawan Inspiratif.co.id, Wardi Saputra-Lampung

Tubaba – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kabupaten Tulangbawang barat (Tubaba) Diduga menyimpangkan sejumlah penggunaan Anggaran ditahun 2015 hingga 2017 hingga mengarah pada tindakan (merugikan uang negara. Selasa, 14 Mei 2019.

Dugaan permasalahan tersebut diantaranya pada penggunaan Anggaran yang diperuntukan untuk biaya jasa kebersihan kantor (cleaning service) yang nilainya tidak masuk akal hingga muncul adanya dugaan mark up anggaran pada perealisasian kegiatan tersebut.

Diantaranya tahun anggaran 2015 BPKAD menganggarkan sekitar 76 juta rupiah pertahun, jika dihitung dalam 12 bulan maka cleaning service tersebut menerima honor sekitar 6,3 juta rupiah perbulan, selain itu ditahun 2016 BPKAD menganggarkan sekitar 56 juta rupiah untuk satu tahun anggaran, dan tahun 2017 BPKAD kembali menganggarkan sekitar 44 juta rupiah untuk satu tahun anggaran.

Bahkan bukan hanya itu saja sejumlah penggunaan anggaran lainnya yang di duga bermasalah pada tahun 2015 hingga 2018 yaitu untuk belanja sewa gedung kantor pada tahun 2015 sekitar 6 juta rupiah dan pada tahun 2016 sekitar 30 juta rupiah, sedangkan kantor BPKAD Tubaba jelas-jelas bertempatan di gedung perkantoran pemerintah daerah Tubaba.

Saat ditemui di Lingkungan Pemda setempat, Ainudin salam, sekretaris BPKAD Tubaba usai melaksanakan Rapat bersama Satket Setempat berdalih tidak tahu apapun terkait penggunaan anggaran tersebut.

“Saya tidak hafal terkait persoalan itu, Karena itu ada bidangnya di umum, Dan kalau untuk lebih lanjutnya ke kantor aja temuin Pak Regar karena dia yang Paham.”singkat Ainudin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*