Menu

Mode Gelap
BRI Kanca Bandar Jaya Salurkan 1.500 Paket Sembako untuk Masyarakat di Lampung Tengah BRI Kanca Bandar Jaya Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Masyarakat Bangun Rejo BRI Kanca Bandar Jaya Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Kecamatan Rumbia Lapangan Korpri ‘Mendadak Internasional’, Ini Sebabnya Bupati Egi Minta Perangkat Daerah Genjot PAD

Daerah · 7 Agu 2025 20:49 WIB ·

Didasari MoU, Iuran Rutin Korpri di Rapel


 Didasari MoU, Iuran Rutin Korpri di Rapel Perbesar

LAMPUNG UTARA, – Peluncuran Aplikasi Sistem Keuangan Bank Lampung (Skubal) membuat Iuran Rutin Korpri bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus di Rapel.

Pasalnya aplikasi Skubal baru diluncurkan pada Bulan Juni 2025 dan baru bisa digunakan setelah adanya kerjasama (MoU) baru dengan organisasi pada bulan Agustus.

“Aplikasi di luncurkan pada bulan Juni 2025 lalu dan baru bisa di sesuaikan dengan adanya MoU baru dari seluruh Organisasi diantaranya Korpri, Dharmawanita, BAZNAS, PGRI dan Pramuka. Aplikasinya baru itu membutuhkan proses waktu kurang lebih satu bulan sehingga menyebabkan iuran rutin PNS di rapelkan di bulan Agustus,” jelas Bendahara Korpri Lampura Dian Meilani Sihite, Kamis 7 Agustus 2025.

Sejauh ini dijelaskan Meilani, memang banyak para PNS yang salah paham, karena aplikasi baru itu juga pihaknya kurang sosisalisasi dengan para Pegawai. Sehingga saat penyaluran iurannya dua bulan, mereka banyak yang bertanya-tanya.

“Seharusnya memang ada pemberitahuan dari SKPD masing-masing terkait adanya iuran rapel ini sendiri. Untuk bulan Juli 2025 memang tidak ada pemotongan iuran sama sekali, pemotongan dirapelkan di bulan Agustus 2025 ini,” paparnya.

Pemotongan Iuran masih Meilani, tidak akan bisa dilakukan oleh pihak Bank Lampung sebelum adanya Perjanjian kerjasama yang baru antara Organisasi dengan pihak Bank.

“Boleh di cek ke Bank Lampung langsung terkait aplikasi Skubal sendiri. Karena Iuran Korpri di pungut langsung oleh Bendahara Gaji masing-masing SKPD. Dan di setorkan ke Kas Korpri setiap bulannya,” kata dia.

Untuk Korpri sendiri hingga saat ini anggotanya lebih kurang ada 7.100 orang PNS aktif. Dengan rincian ASN dan P3K, Guru mulai dari PAUD hingga PNS SMP, untuk SMA di potong Provinsi. Dengan besaran iuran golongan I sebesar Rp 1.000, Golongan 2, Rp 2.000, Golongan 3 Rp 5.000 dan Golongan IV Rp 10.000.

Untuk diketahui juga seluruh PNS dan P3K wajib menjadi anggota Korpri. Anggaran sendiri rutin digunakan untuk Pembayaran listrik Gedung Korpri, Jasa keamanan, Kebersihan, pemeliharaan gedung, santunan kematian dan lain-lain.

Anggaran paling besar dikeluarkan saat HUT Korpri setiap setahun sekali. Dan untuk laporan pengeluaran di laporkan setiap setahun sekali melalui Rapat anggaran tahunan secara terbuka dan transparan melalui Kepala-Kepala SKPD yang ada di Kabupaten Lampura yang mewakili para Pegawainya.

”Setiap kegiatan HUT  Korpri kita mengadakan Bhakti sosial dengan memberikan sembako untuk ratusan orang diantaranya Tenaga kebersihan, Sopir, Pegawai Golongan I, Penjaga pintu kreta api dan lainnya. Kegiatan donor darah dengan menyiapkan bingkisan untuk ratusan pendonor. Kegiatan olahraga seperti jalan sehat dan senam, Fun Run dan berbagai perlombaan lainnya,” pungkas Meilani. (*)

Jangan lupa Follow IG Inspiratif.co.id Official : @inspiratif.co.id_official dan ikuti laman Facebook Media Inspiratif.co.id

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Menteri Pertanian RI Terima Audensi Pangdam XXI/ Radin Inten, Gubernur Lampung dan Bupati Pringsewu

23 Januari 2026 - 10:00 WIB

Babinsa Kelurahan Way Kandis Siapkan Wilayah Bebas dari Ancaman Banjir

23 Januari 2026 - 09:58 WIB

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Tinjau Kesiapsiagaan Personel di Pegunungan Bintang

23 Januari 2026 - 07:10 WIB

Kasdam XXI/ Radin Inten Bersama Kapoksahli Kodam XXI/ Radin Inten Melaksanakan Audiensi

22 Januari 2026 - 20:19 WIB

Polisi Tindaklanjuti Laporan Dugaan Penganiayaan di SMP Negeri 1 Gunung Sugih

22 Januari 2026 - 13:23 WIB

Warga Bawa Catatan Miris Pengelolaan PT KAP ke DPRD, Harapan Terselesaikan

22 Januari 2026 - 13:21 WIB

Trending di Daerah