Menu

Mode Gelap
Gubernur Mirza Dorong Sinergi Warga Lampung di Perantauan untuk Pembangunan Pemkab Lampung Selatan Tegaskan Tak Ada PHK Massal PPPK Mirza Dukung Penuh Pengamanan Arus Balik di Gerbang Sumatra BRI BO Metro Salurkan 60 Paket Bingkisan Ramadan untuk Masyarakat Egi Cek Harga Sembako Jelang Lebaran, Pedagang: Masih Stabil

Daerah · 26 Nov 2025 17:46 WIB ·

Didiagnoga Gizi Buruk, Orang Tua Harapkan Bantuan Dermawan


 Didiagnoga Gizi Buruk, Orang Tua Harapkan Bantuan Dermawan Perbesar

LAMPUNG UTARA – Wahyudi, warga Dusun tiga Kuyunglaut Desa Gunung Raja Kecamatan Sungkai Barat, Lampung Utara. Harus berjuang keras demi kesembuhan kedua buah hatinya Dwi Oktaviano (6) dan Brayen (3) yang tengah berjuang melawan penyakit serius.

Anak dari pekerja serabutan itu, didiagnosa mengalami Tetraparese tipe spastik, Cerebral Palsy (GED) gizi buruk dengan perawakan pendek, serta status imunisasi yang tidak lengkap oleh dokter spesialis anak RSUD Mayjend H.M. Ryacudu, Kotabumi, dr. Indra.

Menurut dr. Indra, pasien datang dengan kondisi gangguan gerak pada anggota tubuh bagian bawah. Pasien baru bisa tengkurap sejak usia 6 bulan, dan tidak ada kemajuan perkembangan sampai sekarang.

“Dengan status imunisasi yang tidak lengkap, anak saat ini di-assessment Tetraparese tipe spastik, Cerebral Palsy (GED), gizi buruk perawakan pendek, imunisasi inkomplet,” ujar dr Indra, Rabu 26/11

Kondisi Pasangan Wahyudi dan Eka Sari, menjadi gambaran nyata perjuangan keluarga kurang mampu ketika dalam menghadapi cobaan berat, denganmenjalani perawatan intensif di RSUD Ryacudu, bahkan tak menutup kemungkinan dirujuk ke rumah sakit dengan pelayanan khusus.

Dengan kondisi serba kekurangan, Wahyudi tetap berusaha membawa kedua anaknya berobat. Ia mengaku hanya dapat sampai ke rumah sakit berkat bantuan kerabat, karena tidak memiliki uang sepeser pun untuk bekal selama mendampingi dua anaknya menjalani perawatan.

Walau biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan, kebutuhan harian selama di rumah sakit tetap menjadi beban berat. Pekerjaannya sebagai buruh serabutan terpaksa ditinggalkan demi fokus merawat anak-anaknya, menyebabkan pemasukan keluarga terhenti total.

“Anak saya dua-duanya tidak bisa jalan, tidak bisa apa-apa. Dari umur 6 bulan sampai sekarang yang satu sudah 6 tahun, yang satu 3 tahun,” tuturnya dengan suara terbata.

Ia juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan susu untuk anak-anaknya.

“Berat kalau harus beli susu. dokter bilang butuh asupan gizi supaya berat badan mereka naik, tapi saya tidak punya uang,” ucapnya lirih.

Dalam kondisi sulit ini, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan, baik secara moral maupun finansial, untuk membantu keluarga kecil ini bertahan.

Wahyudi berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah dan para dermawan. “Bapak Bupati Harmatoni dan Pak Romli, mohon bantu saya, Pak. Dan para dermawan yang bisa membantu anak-anak saya,” harapnya penuh getir.

Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id, untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Sertu Subianto Monitor Langsung Kondisi Genangan Air Akibat Hujan Deras

15 April 2026 - 10:06 WIB

Sertu Yuliyusril Ikut Amankan Bencana Tanah Longsor di Kawasan Padat Penduduk

15 April 2026 - 09:59 WIB

Hujan Deras Sebabkan Sejumlah Titik di Sukarame Alami Banjir

15 April 2026 - 09:31 WIB

Tiga Mahasiswa Darmajaya Menangkan DSC 2026 Lewat Inovasi BrainiX

15 April 2026 - 09:20 WIB

Pangdam XXI/Radin Inten Kunjungan Kerja ke UPI Way Rarem

14 April 2026 - 20:22 WIB

Danrem 043/Gatam Sambut Kunker Pangdam XXI/RI ke Unit Pengelola Irigasi Way Rarem Lampung Utara

14 April 2026 - 18:34 WIB

Trending di Daerah