6 Mahasiswa UBL Raih Juara Desain Internasional

*Rilis Humas UBL

BANDAR LAMPUNG – 6 mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Bandar Lampung (UBL) meraih juara pada Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) International Workshop 2020 “Less is MoJi – Reboot the City”. Yang berlangsung pada 20 Februari – 1 Maret 2020, di University of Kitakyushu Jepang.

 

Keenam mahasiswa tersebut adalah Imam Teguh Santoso yang berhasil meraih juara 1, Nur Faizah Oktari juara 2, Miranda Febliya Hanan juara 3, Monica Lusiana dan Eka Damayanti tergabung dalam tim yang sama meraih juara harapan 2, dan Ricky Rilo Pambudi yang juga meraih juara harapan 3. Masing-masing dari mereka tergabung dalam suatu tim yang terdiri dari 8 sampai 9 mahasiswa dari berbagai Universitas di Asia. Salah satu diantara mereka, Miranda yang berhasil meraih juara 3 mengatakan bahwa timnya membuat rancangan desain “MO JIKO RE TRO ECO”.

 

“Saya tergabung dalam tim dari beberapa negara yakni, Indonesia, Vietnam, dan China. Desain yang tim kami buat dari judul panel MO JIKO RE TRO ECO artinya itu more eco, eco sendiri maksudnya ecological jadi dari konsep yg kita buat kita pengen mojiko itu more, dalam arti more human friendly khususnya buat elder, more attractive karna mojiko itu boring, dan more ecological,” papar Miranda, saat diwawanca via whatsapp, Selasa 03 Maret 2020.

 

Perolehan Prestasi ini membuat Prodi Arsitektur UBL kembali mengukir tren juara sejak 2016 pada kompetisi desain di University of Kitakyushu Jepang. Pada event kali ini pun perwakilan UBL telah berhasil memborong berbagai juara, tercatat Satrio Agung Perwira, yang berhasil meraih juara 2 untuk kategori Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) 2019—International Student Design Competition, disusul oleh keenam mahasiswa ini yang sukses pada kategori Asian Institute of Low Carbon Design (AILCD) International Workshop 2020.

 

Dadang Hartabela, Dosen Arsitektur UBL yang saat ini tengah melanjutkan studi program doktoral (S3) di University of Kitakyushu Jepang sekaligus mendampingi mereka, mengungkapkan kebanggaannya atas partisipasi yang baik dan membuat nama UBL kembali harum di Kitakyushu, Jepang. “Tentu saja UBL sangat bangga dengan perolehan prestasi ini, mereka telah berpastisipasi dengan baik dan sudah membawa nama kampus kembali harum di kancah internasional,” tutur Dadang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: