Gemuruh Takbir Iringi Firmansyah Sampaikan Visi Misi di PAN

* Rilis / Editor : Karsidi – Inspiratif.co.id

BANDARLAMPUNG – Gemuruh takbir dikumandangkan para pengurus dan kader PAN ketika Bakal Calon Walikota Bandarlampung 2020-2024, Dr.(Can) Ir. H. Firmansyah Alfian, MBA., MSC menyampaikan visi dan misi di Kantor DPD PAN Kota Bandar Lampung, Sabtu 11-Januari-2020.

Teriakan takbir mulai berkumandang sejak Firmansyah memasuki halaman kantor DPD PAN Kota Bandarlampung yang beralamat di Jalan Cut Mutia, nomor 57, Teluk Betung Utara. Kedatangan Firmansyah disambut Ketua DPD PAN Bandarlampung Wahyu Lesmono, Sekretaris PAN Bandarlampung Muswir, serta para pengurus PAN Kota Bandarlampung dan Ketua DPC PAN tingkat kecamatan.

Rektor IIB Darmajaya itu menyampaikan berbagai program Bandar Lampung Berjamaah (Bersih, Jujur, Adil, Makmur dan Amanah) mulai dari bidang Pendidikan dan Keagamaan, Bidang Kesehatan, Bidang Ekonomi, Bidang Pemerintahan, Bidang Budaya dan Keberagaman serta program untuk Kaum Millenial.

Pada Bidang Keagamaan dan Pendidikan, Firmansyah menjanjikan; pendidikan gratis yang berkualitas dan berkarakter, menghapus pungutan uang komite sekolah, memberikan 500 beasiswa hafidz Qur’an setiap tahunnya, mewajibkan hafal Juz Amma bagi anak-anak beragama Islam yang lulus Sekolah Dasar, serta program memakmurkan masjid dengan pemberangkatan 700 orang melakukan Ibadah Haji setiap tahunnya.

“Sementara untuk program Bina Lingkungan (biling) akan tetap ada. Bahkan akan kita tambah bukan hanya untuk sekolah negeri, tapi juga untuk sekolah swasta,” kata Firmansyah.

Sementara untuk Bidang Kesehatan, Firmansyah menjanjikan pengembangan poliklinik spesialis di setiap kecamatan dan fasilitas kesehatan yang terjamin secara gratis dengan konsep “Jemput sakit pulang sehat” tak berbatas waktu. Dan untuk Bidang Ekonomi, ia menjanjikan bantuan untum 5555 UMKM di setiap RT, memberikan pinjaman modal secara bergulir bagi UMKM dan Start Up tanpa riba, dan membangun iklim investasi sehat dan transparan, agar terciptanya lapangan kerja baru.

Sementara untuk Bidang Pemerintahan, Firmansyah akan membentuk sistem pemerintahan dengan aparatur yang bersih, jujur, amanah dan kompeten di bidangnya, penerapan e-government disegala bidang pemerintahan, serta kota berbasis “Smart City” transparansi bagi seluruh stakeholder.

Selain itu, untuk Bidang Budaya dan Keberagaman Firmansyah juga menjanjikan pelestarian budaya melalui kegiatan pekan seni dan budaya, peningkatan dan pengembangan tempat wisata kota, serta penataan taman-taman kota hingga tercipta “Green City”.

“Semua itu akan terwujud jika ada komitmen dari pemerintah. Maka dari itu diperlukan sistem pemerintahan yang Bersih, Jujur, Adil, Makmur dan Amanah,” tegasnya.

Dan untuk para kaum milenial, Firmansyah akan memenuhi seluruh sudut Bandar Lampung dengan layanan WiFi gratis. Selain itu juga nantinya pemerintah akan menyediakan ruang kreatif anak muda (co-working space) di setiap kelurahan untuk mendorong terciptanya Start Up baru.

“Karena yang dibutuhkan anak muda saat ini itu bukan uang, tapi kuota. Maka nanti akan kita siapkan WiFi gratis untuk warga masyarakat Bandar Lampung,” lanjut Firmansyah.

Selain itu, Firmansyah juga nantinya akan menata moda transportasi yang ramah lingkungan untuk warga masyarakat Kota Bandar Lampung. Jangan sampai untuk mengurai kemacetan, pemerintah menggagas pembangunan yang merampas ruang terbuka serta membunuh perekonomian warga. Seperti halnya pembangunan fly over.

Ia menjelaskan untuk mengurai kemacetan di Kota Bandar Lampung seperti di Jalan Z.A.Pagar Alam, diperlukan sebuah rekayasa lalu lintas. Mengingat kawasan yang masuk dalam zona pendidikan itu kerap dipadati kendaraan pada pagi dan sore, ketika jam masuk dan pulang para pelajar. Maka nanti pemerintah akan diatur jam masuk sekolah dan kampus di kawasan tersebut agar tidak berbarengan sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan.

“Jadi tidak perlu kita merusak kota Bandar Lampung dengan bentangan beton-beton flyover, yang pada akhirnya bukannya mengurai kemacetan tapi malah membunuh usaha masyarakat. Sementara untuk pengaturan jam masuk sekolah itu saat ini sudah mulai diterapkan di Ibukota Jakarta,” tegasnya.

Menurutnya anggaran untuk satu pembangunan flyover yang nilainya mencapai 40-50 miliar bisa dialokasikan untuk membangun ekonomi kerakyatan seperti UMKM. Jika anggaran satu pembangunan flyover dialokasikan Rp30 juta untuk modal UMKM, setiap tahun akan ada sekitar 1700 lebih UMKM yang mendapatkan bantuan modal dari pemerintah.

“Dan sumber dana bantuan modal itu bukan hanya dari APBD, melainkan juga bisa dari pengusaha dan CSR Perusahaan. Kalau saya jadi walikota tidak ada itu setoran proyek, tapi setiap perusahaan yang mendapatkan keuntukangan dari proyek pemerintah wajib menyisihkan keuntungannya secara sukarela ke Bank Wakaf. Dan uang itu nantinya bisa juga dipergunakan untuk pinjaman modal dan kegiatan sosial lainnya,” terus Firman.

Diujung pemaparannya, Firmansyah juga memohon maaf jika mungkin ada kata-kata yang salah ketika dirinya menyampaikan program dan visi-misi. Sebab setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan khilaf.

“Mohon maaf juga jika kalimat saya mungkin ada yang sentil sana sentil sini. Yakinlah jika semua itu hanya untuk kemajuan serta kesejahteraan masyarakat dan Kota Bandar Lampung. InshaAlloh niat kita untuk kebaikan, semoga kedepannya Bandarlampung menjadi kota yang penuh dengan keberkahan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: