Mahasiswa asal Uganda Senang Belajar Budaya dan Bahasa Indonesia

*Rilis Humas Darmajaya

BANDARLAMPUNG – Mahasiswa asal Uganda, Mujuki Kenneth Nyakairu senang mempelajari bahasa Indonesia dalam kuliahnya di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.
Ken biasa disapa mengaku sangat senang berkuliah di IIB Darmajaya. “Sangat senang, dapat mengenal mahasiswa/i asal Indonesia dan berkomunikasi dengan mereka,” ungkap dia Sabtu, 28 Desember 2019.
Mahasiswa Strata Satu (S1) Manajemen ini juga mempelajari budaya Indonesia. “Kalau di sini berbeda lebih ramah dan tidak seperti budaya barat yang menyerupai budaya negara saya,” bebernya.

Selama ini Ken masih mengalami kesulitan untuk memahami bahasa Indonesia yang juga sedang dipelajarinya. “Bahasa Indonesia sulit,” ucapnya.
Meski sulit, Ken kini dapat mengenalkan diri ke teman-teman dengan bahasa Indonesia. “Saya Ken. Saya dari Uganda. Saya kuliah di Darmajaya. Saya senang makan,” kata Ken saat mengenalkan diri dengan bahasa Indonesia.
Ken sangat menghormati budaya Indonesia khususnya dalam menghargai perbedaan. “Di Indonesia banyak budaya yang berbeda tidak seperti di negaranya. Saya sangat menghormatinya,” ujarnya.
Pengajar di Darmajaya, lanjut dia, sangat ramah. “Dosennya juga sangat baik dalam kelas,” terangnya.

Kepala Hubungan Internasional IIB Darmajaya, Muhammad Dwiyan Aditya, S.Pd., M.Pd., mendampingi Kepala Biro Humas, Kerjasama, Pemasaran, International Office Novita Sari, S.Sos., M.M., mengatakan Ken sudah mulai kuliah bersama dengan mahasiswa lainnya di kelas internasional. “Selama ini juga Ken telah mempelajari bahasa Indonesia untuk dapat berkomunikasi dengan mahasiswa Darmajaya lainnya,” ungkapnya.
Pembelajaran bahasa Indonesia bertujuan agar dapat memudahkan komunikasi selama di Indonesia. “Dia berusaha keras untuk mempelajarinya meskipun sulit,” ujarnya.
Dwiyan biasa dia disapa menerangkan Ken juga mulai beradaptasi dengan lingkungan di Darmajaya. “Dalam kelas dia juga berteman baik dengan mahasiswa lainnya. Selama ini dia selalu mengikuti perkuliahan dengan baik karena pembelajaran menggunakan bahasa Inggris sehingga mudah dipahaminya,” tutupnya. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: