Pusjilal dan BPJPH Kemenag Jalin MoU di Unhas Makassar

*Laporan reporter Inspiratif.co.id – Sulsel

MAKASSAR – Pusat Kajian dan Advokasi Halal (Pusjilal) melakukan penandatanganan MoU dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia di Ruang Rapat Senat Akademik, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin 2 Maret 2020.

Penandatangan itu sebagai langkah bagi Pusjilal sebagai badan penyelenggara jaminan halal yang dapat mengcover hingga ke kawasan Timur Indonesia. Penandatangan ini juga diharapkan ke depan baik Pusjilal maupun BPJPH dapat semakin bersinergi untuk pengembangan produk halal.

Ketua Pusjilal Indonesia Drs. H. Waspada Santing, M.Sos, I, M.HI mengatakan, penandatangan MoU ini sangat penting agar kedepan Pusjilal lebih baik lagi dalam mengawal regulasi pengembangan produk halal.

“Alhamdulillah. Terima kasih atas dukungan kita semua, proses MoU lancar & sukses. In Syaa Allah, kita segera merancang ikhtiar berikutnya sperti firman Allah swt. Setelah selsai suatu ikhtiar, segera berinisiatif merancang ikhtiar berikutnya, dengan senantiasa memohon ridha Raab,” jelasnya.

Sementara itu usai penandatanganan dan peluncuran Pusat Pemeriksaan Halal, dilanjutkan dengan kuliah umum yang dibawakan oleh Kepala BPJPH, Prof. Ir. Sukoso, M.Sc., Ph.D. Dalam pemaparannya, Prof. Sukoso menjelaskan tentang perkembangan jaminan produk halal di Indonesia.

“Kepedulian ini mulai muncul ketika pada tahun 1988, seorang profesor dari Universitas Brawijaya menemukan produk turunan dari babi dalam makanan dan minuman kemasan yang beredar di Indonesia. Pada tahun 1989, Majelis Ulama Indonesia kemudian mendirikan lembaga untuk mengkaji makanan dan obat-obatan yang dikenal sebagai LPPOM-MUI,” jelas Prof. Sukoso.

Salah satu tugas BPJPH yang didirikan pada tahun 2017 ini adalah mendorong pembentukan Halal Center atau Pusat Pemeriksaan Halal di berbagai wilayah di Indonesia.  Perguruan Tinggi merupakan institusi yang dapat membentuk Halal Center, dengan tugas antara lain: mendampingi, membina dan mengawasi jaminan produk halal, mengentri data melalui petugas penyelia ke BPJPH, dan mengelola data.

“Kami berharap, Pusjilal dapat menjalankan peran dan fungsinya untuk kemaslahatan masyarakat,” kata Prof. Sukoso. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: