Menjaga Perekonomian Dari Dampak Corona, Ini Langkah Pemerintah dan Bank Mandiri

* Editor : Karsidi – Inspiratif.co.id

JAKARTA — Untuk menjaga perekonomian Indonesia dari dampak virus corona (covid-19), Pemerintah meminta perbankan untuk menurunkan bunga kredit.

Insentif sektor jasa keuangan pun telah diberikan oleh Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Beberapa bank berkomitmen menyesuaikan kebijakan moneter tersebut demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun dua kebijakan moneter yang dimaksud adalah penurunan suku bunga acuan dan rasio giro wajib minimum (GWM) valuta asing dari 8% menjadi 4%. Dari sisi OJK, melonggarkan perhitungan kolektibilitas kredit di perbankan.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), Royke Tumilaar mengatakan, kebijakan moneter tersebut akan menopang kualitas kredit dan likuiditas perbankan.

Baca Juga :

Kolam Renang Pratama, Sarana Hiburan Keluarga

“Bagaimana diskusi sama pemerintah tentang percepat dan bantu keinginan pemerintah stimulus ekonomi baik dengan kebijakan pemerintah, apakah pertumbuhan kredit bisa bantu maupun penurunan bunga bisa bantu tingkatkan perekonomian Indonesia terutama sektor UMKM kita juga banyak bicara mengenai UMKM,” kata Royke, di Jakarta, Kamis 05-Maret-2020.

Bank Mandiri, kata Royke, telah mempercepat penyaluran kredit kepada nasabah khususnya melalui platform digital yang dimilikinya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, meminta kepada seluruh perbankan nasional menurunkan suku bunga kreditnya.

Hal itu menjadi salah satu keputusan rapat pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan perbankan dalam rangka memberi stimulus pencegahan dampak wabah Covid-19 yang memukul ekonomi dalam negeri.

Baca Juga :

Sektor Wisata Meningkat, Smartfren Kuatkan Jaringan di Lampung

“Pada dasarnya mendengar masukan dari stakeholder CEO perbankan, dan juga menyampaikan terkait prioritas pemerintah dengan stimulus paket pertama dan kedua tentu kebijakan yang diambil BI dan OJK dengan harapan tentu transmisi daripada penurunan suku bunga dari BI bisa dirasakan masyarakat,” kata Airlangga, di Jakarta, Kamis 05-Maret-2020.

Dengan penurunan bunga kredit, Airlangga mengatakan kebijakan tersebut berdampak langsung pada sektor riil. Bahkan pemerintah sendiri sudah menurunkan bunga kredit usaha rakyat (KUR) menjadi 6% dengan anggaran Rp 190 triliun.(detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: