Jubir Covid -19 Mesuji Gunakan Metode Divide et Impera

Jubir Covid -19 Mesuji Gunakan Metode Divide et Impera

*Laporan Suheri Inspiratif.co.id

Mesuji – Buntut Statmen Juru Bicara Gugus Tugas Covid -19 yang menyebutkan beberapa Pemberitaan Media Online dan Tv tidak Benar adanya Pasien Positif Covid -19 terlantar, Setidaknya ada empat (4) organisasi wartawan yang berkumpul di Desa Brabasan Kecamatan Tanjung Raya pada Senin, 28-September-2020 melayangkan Surat dan Beberapa tuntutan atas pernyataan tersebut

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia Mesuji Apriadi .SE menyebutkan wartawan Kabupaten Mesuji saat ini sedang serang dengan politik Negeri Belanda divide et impera pada zaman Penjajahan ,’sebutnya

“Tidak Etis Seorang Publik Figur yang mencari Pembenaran dengan mengatakan berita Sebelumya itu tidak Benar atau Hoax ”

Apri juga menyayangkan Pernyataan Juru Bicara Gugus Tugas Covid -19 Yanuar yang terkesan menutupi Kelalaian dalam Memperhatikan Pasien yang sedang isolasi mandiri”.

Ditempat Terpisah Kabag Humas Forkopimda Angga Pramudita saat ditemui mengatakan Saya selaku humas porkopimda Mesuji akan meneruskan surat berita acara dari teman -teman media ini ke Sekda Kabupaten Mesuji sesegera mungkin ,karena dalam surat berita acara ini hanya di beri waktu 2 kali 24 jam.

“Sesegara Mungkin akan saya sampaikan tuntutan teman teman Ke pak Sekada karena Waktunya sangat mepet “ucapnya.

Diketahui ada tiga tuntutan yang dilayangkan empat Organisasi yang berada di Mesuji. Pertama meminta Bupati Mesuji selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan penangan Covid 19 menegur juru bicara Tim Gugus tugas covid 19 Kabupaten Mesuji an. Yanuar Fitrian S.km., M.M. untuk meluruskan statemennya di beberapa media online yang menyebut bahwa pemberitaan terkait pasien 07 covid 19 Kabupaten Mesuji Terlantar itu BERITA TIDAK BENAR,karena dari beberapa sumber yamg didapat di lapangan oleh pekerja media di tambah dengan adanya pengakuan dari pasien 07 melalui wawancara tatap muka langsung di tempat dimana pasien 07 melaksanakan isolasi mandiri.

Kedua, meminta kepada juru-bicara Tim Gugus tugas covid 19 Kabupaten Mesuji sdr. Yanuar Fitrian untuk tidak lagi menggunakan narasi publikasi untuk kepentingan publik yang memicu konflik.

Dan yang terakhir, dalam waktu 2 x 24 jam dari berita acara ini dibuat ke empat organisasi wartawan yang ada di kabupaten Mesuji ini meminta agar Yanuar Fitrian meminta maaf atas pernyataannya secara resmi di media online dan Televisi yang menyebut berita tidak benar Pemerintah Kabupaten Mesuji telantarkan pasien 07 terpapar covid 19 (*)

COVID-19 Daerah Lampung