Warung Perancis IIB Darmajaya Kenalkan Budaya Prancis

*Rilis Humas Darmajaya

BANDARLAMPUNG – Warung Prancis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memperkenalkan kebiasaan dan budaya orang – orang Prancis dalam Webinar French Culture: Do’s and Don’ts pada Rabu, 30-September-2020.

Webinar diisi oleh Sylvain Lelong bersama Ryan Renaldi selaku Koordinator Institut Français d’Indonésie (IFI) dengan dimoderatori Staf International Office, Sherli Trisnawati, S.Kom. Webinar ini digelar melalui zoom meeting diikuti peserta dari Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Sylvain Lelong menjelaskan stereotype (perilaku asli) orang Prancis tidak semuanya benar. “Apakah orang-orang Prancis selalu pakai beret (topi). Orang Prancis tidak selalu memakai topi tetapi dulu itu dilakukan oleh orang-orang Spanyol,” ungkapnya.

Sylvain biasa dia disapa menerangkan orang Prancis juga tidak malas dan anggapan tersebut tidak benar. “Setiap hari orang Prancis sangat suka memakan baguette (roti). Ketika bangun pagi, orang Prancis dapat menyantap roti di rumah atau ke kafe dengan meminum kopi,” tuturnya.

Prancis yang dikenal dengan kebiasaan minum anggur dengan rasa terbaik juga dijelaskan oleh Sylvain “Orang Prancis selalu meminum minuman anggur dan menjadi kebiasaan mereka. Mengenakan baju bergaris juga tidak selalu benar dipakai oleh orang Prancis,” ujarnya.

Kebiasaan dan budaya lainnya yakni orang Prancis sangat suka unjuk rasa. “Warga Prancis sangat terbuka dalam melakukan aksi protes ke publik sehingga terdapat 369 aksi demo selama setahun dan seharinya terdapat satu demo di Prancis,” bebernya.

Selain itu, menurutnya, mencium pipi kanan dan kiri ketika bertemu juga merupakan kebiasaan orang Prancis. “Setiap provinsi berbeda-beda ada yang sampai empat kali atau hanya sekali saja. Di Prancis juga harus tepat waktu ketika berjanji dan tidak boleh sampai terlambat,” terangnya.

Saat makan bersama, orang Prancis juga terbiasa untuk berbicara sembari menikmati hidangan. “Kalau di Indonesia, itu kurang sopan tetapi di Prancis orang-orang adakan berbicara ketika makan. Namun, saat menguyah tidak berbunyi itu yang menjadi kebiasaan warga Prancis,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Biro Humas, Kerjasama, Pemasaran, dan Internasional Office IIB Darmajaya Novita Sari, S.Sos., M.M., didampingi Kepala Bagian Hubungan Internasional Muhammad Dwiyan Aditiya mengatakan webinar kali ini merupakan lanjutan pada webinar pertama dengan mengenalkan bahasa Prancis. “Webinar ini juga diharapkan dapat mengenalkan budaya Prancis yang selama ini mungkin tidak diketahui oleh semua orang, khususnya peserta,” ungkapnya.

Ke depan, lanjut dia, akan juga dilakukan webinar lanjutan untuk mengenal Prancis lebih dalam lagi. “Bahasa dan budaya menjadi pengetahuan dasar bagi setiap orang untuk mengenal satu sama lain. Dengan webinar ini juga membuka kesempatan siapapun untuk belajar bahasa dan budaya Prancis ke Warung Prancis IIB Darmajaya,” tutupnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *