• Sel. Agu 11th, 2020

Webinar Systematic Literature Review

ByTheresia Octa Melon

Jul 12, 2020

*Rilis/Editor: Theresia Octa – Inspiratif.co.id

BANDARLAMPUNG – Systematic Literature review dan Bibliometrics Analysis menggunakan VOSviewer memudahkan peneliti dalam mempersiapkan penelitian yang berkontribusi kepada ilmu pengetahuan.

Hal ini terungkap dalam webinar Program Studi Magister Teknik Informatika (Prodi MTI) dengan topik “Systematic Literature Review dan Bibliometric Analysis Menggunakan VOSviewer + Publish or Perish” melalui zoom meeting, Sabtu, 11-Juli-2020.

Webinar yang dimoderatori Ketua Prodi MTI, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I ini menghadiri dua pembicara yakni Dr. Chairani, S.Kom., M.Eng dan Adi Wijaya, M.Kom.

Chairani mengutip dari (shuttleworth, 2009) bahwa literature review merupakan evaluasi kritis dan mendalam dari penelitian sebelumnya. “Ringkasan dan sinopsis bidang penelitian tertentu yang memungkinkan siapapun yang membaca makalah tersebut dapat menemukan alasan dalam melakukan penelitian tersebut. Literature review yang baik didalamnya mengevaluasi kualitas dan temuan penelitian sebelumnya,” ungkapnya.

Dosen tetap IIB Darmajaya ini menerangkan literature review membangun hubungan dengan penelitian sebelumnya. “Manfaatnya adalah memudahkan kita menghubungkan penelitian-penelitian sebelumnya untuk menemukan puzzle-puzzle yang kosong pada bidang penelitian tersebut. Dengan demikian masalah-masalah dalam penelitian kita dapat diperjelas dan didukung oleh penelitian-penelitian sebelumnya,” bebernya.

Doktor lulusan UGM ini melanjutkan bahwa Systematic Literature Review (SLR) dapat menemukan pengetahuan baru dari penelitian yang dilakukan. “SLR menjelaskan proses identifikasi, penilaian, dan penafsiran semua bukti, penelitian yang tersedia, untuk memberikan jawaban atas research question tertentu. SLR merupakan suatu bentuk studi sekunder yang menggunakan metodologi yang terdefinisi dengan baik,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan dari tinjauan literatur sistematis adalah untuk menyediakan daftar penelitian selengkap mungkin dari semua studi yang diterbitkan dan dipublikasikan yang berkaitan dengan bidang studi tertentu. “Tahapan SLR yang dikutip dari Romi Satria Wahono meliputi planning dengan merumuskan research question pada review, mengembangkan protocol review. Conducting meliputi identifikasi literatur yang relevan, lakukan pemilihan studi primer, lakukan ekstraksi data, nilai kualitas penelitian, dan melakukan bukti sintesis. Kemudian reporting dengan menuliskan SLR kedalam sebuah report atau paper,” urainya.

Sementara, Adi Wijaya menambahkan untuk melakukan analisis bibliometrik dalam penelitian saat ini sangat banyak peluangnya. “Karena dapat menganalisis berbagai bidang. Komponen bibliometrik terdiri pengarang, tahun publikasi, dan keyword,” ungkapnya.

Untuk memperoleh metadata dalam analisis bibiliometrik salah satunya melalu scopus karena banyak paper yang terindeks disana. “Tetapi untuk mengaksesnya harus berlangganan. Dapat juga dengan mengakses aplikasi publish or perish untuk memperoleh paper terkait penelitian kita,” tuturnya.

Bibliometric analysis dapat dilakukan menggunakan VOSviewer. “Keduanya dapat saling melengkapi karena fiturnya yang berbeda dalam menunjang research kita,” ujarnya.

Adi biasa dia disapa juga menyarankan untuk meminta bantuan kepada sesama akademisi yang berlangganan atau memiliki akses Scopus. “Karena tidak semua kampus berlangganan akses jurnal Scopus,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Adi yang merupakan Kandidat Doktor di DTETI UGM juga mendemonstrasikan penggunaan VOSviewer dalam mencari paper. ”Dapat menggunakan keyword dari paper yang dibutuhkan untuk research kita. Kita juga bisa mengevaluasi hasil yang didapatkan dari keyword tersebut,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *