IIB Darmajaya Gelar Tabligh Akbar Bersama Aa Gym

IIB Darmajaya Gelar Tabligh Akbar Bersama Aa Gym

*Rilis Humas Darmajaya

BANDARLAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Tabligh Akbar Online dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 75 Senin, 17-Agustus-2020.

Tabligh Akbar yang disiarkan melalui channel Youtube, Facebook dan Instagram ini dengan penceramah KH. Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym. Pemilik dan Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid ini menyampaikan Ikhlas dan merdeka.

Menurutnya, merdeka bukan saja terlepas dari penjajahan seperti zaman dahulu. “Merdeka itu merdeka fisik, merdeka hati dan merdeka akal. Dalam kemerdekaan ini terdapat orang-orang yang masih terjajah oleh harta, gelar, jabatan dan lain-lain. Solusinya apa? Dengan kalimat tauhid. Karena kata kuncinya adalah tiada illah yang berhak diibadahi kecuali Allah,” ucap dia mengawali tausiyahnya.

Aa Gym menerangkan terdapat manusia yang tergila-gila karena harta. “Setiap hari hanya harta tuhannya, popularitas juga begitu. Kalau sudah begini kita harus merdeka. Kembali ke kalimat tauhid kita La illaha ilallah. Kalau kita ingin membersihkan hati, dengan kalimat-kalimat tauhid,” ungkapnya.

Manusia, lanjut Aa, merupakan ciptaan Allah. “Ada kekurangan dari kita karena didesain oleh pencipta kita yakni Allah. Dan kondisi tubuh ini juga sesuai dengan pemiliknya harus ridho dalam menyikapi ini,” terangnya.

Dalam ceramahnya, Aa juga berpesan untuk tidak sombong atas apapun yang dimiliki. “Kita tidak sombong dengan kelebihan kita dan tidak minder dengan kekurangan kita. Tidak menghina dengan sesama kita. Kita harus mensyukuri apa yang kita miliki. Sadari semuanya merupakan ciptaan Allah, karena kita tidak memiliki apapun. Semuanya merupakan milik Allah Swt,” tuturnya.

Lahir tidak membawa apa-apa, lanjut dia, mati juga tidak membawa apa-apa. “Jalani saja semuanya, bila memang uang habis, mantap dengan makan tabungan. Tabungan habis dengan manset. Menjual  aset karena semuanya akan habis dan sudah diberikan dari Allah. Jangan terpesona juga dengan yang banyak hartanya,” urainya.

Kalau Allah menghendaki apapun pasti terjadi. “Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia. Allah tidak pernah tidak tahu tentang diri kita. Pertemuan ini juga kan Allah yang mengaturnya. Hidup kita ini sekarang berusaha saja untuk perbaiki diri dan lakukan yang terbaik,” imbuhnya.

Aa juga menjelaskan bahwa ikhlas itu perjuangan tiada akhir. “Kita harus punya tekad untuk menjadi orang yang ikhlas. Ikhlas itu bisa diibaratkan seperti jantung tidak pernah menonjolkan diri. Kalau seperti pohon itu bagian akarnya yang menumbuhkan batang, daun dan ranting. Tidak pernah kelihatan tapi sangat bermanfaat dan sentral,” bebernya.

Aa Gym berharap kepada jamaah dapat menjadi pribadi yang tenang, ramah, rendah hati dan mudah menolong. “Sifat-sifat tersebut merupakan wujud dari ikhlas dalam diri kita,” ujarnya.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya, Dr. (Can). Ir. H. Firmansyah Y Alfian, MBA., M.Sc., mengatakan kegiatan Tabligh Akbar ini juga bagian dari mengisi kemerdekaan RI dengan bersama-sama terus memperbaiki diri. “Kita juga isi kemerdekaan ini dengan menggelar Bandar Lampung Mengaji yang kegiatan lomba membaca ayat-ayat pendek Al-Quran dari usia tiga tahun sampai empat belas tahun,” ucapnya.

Firmansyah berpesan untuk yang menang agar tetap terus membaca Al-Quran menjadi sebuah rutinitas. “Dengan membiasakan diri untuk selalu membaca Al-Quran dan memahami serta menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk yang belum menang juga tetap semangat untuk terus memperbaiki bacaannya dan semakin rajin membacanya,” tuturnya.

Adapun pemenang kategori A (usia 3-6 tahun) dengan juara pertama Aisyah Afiqah Yurinayah, juara dua Habiba Alifa Nisfa Firdaus, dan juara tiga Khalid Awalid. Kemudian, kategori B (7-10 tahun) dengan juara pertama Faqih Fakhril Fahreza, juara dua Husna Nurilmi, dan juara tiga Nida Rahma Amilia. Kategori C (11-14 tahun) juara satu diraih oleh Rayhan Muhammad Ihsan, juara dua diraih

Bandar Lampung Daerah Lampung Pendidikan