Plt.Bupati Lampura Usulkan Pembentukan BNNK Dan Ajak Perangi Narkoba

Plt.Bupati Lampura Usulkan Pembentukan BNNK Dan Ajak Perangi Narkoba

Laporan : Berkhin.S

Lampung Utara, – Dalam agenda sosialisasi pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, di aula Tapis, Selasa 8 Agustus 2020, Pemkab Lampung Utara berencana akan membentuk Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK).

Dikatakan Plt. Bupati Lampung Utara, H. Budi Utomo, bahwa pihaknya telah menyiapkan beberapa poin terbentuknya BNNK, antaranya, lokasi hibah lahan serta struktur personal keorganisasian.

“Pemkab Lampung Utara telah mengajukan usulan pembentukan BNNK ke provinsi dan nasional, mudah mudahan usulan ini dapat disetujui dan terealisasi, sehingga pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Lampung Utara ini dapat berjalan lebih efektif.” Ungkap Budi dalam sambutannya.

Seraya menunggu terbentuknya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Utara, maka Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama-sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Way Kanan, pada saat itu telah menyepakati untuk menandatangani Nota Kesepahaman Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara.

“Diharap dengan adanya sosialisasi rencana aksi ini dapat menumbuhkan semangat kita selaku pelaku di Pemerintah untuk bersama melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika,” Tegas Plt. Bupati.

Sementara Kepala Bagian Kesra Kabupaten Lampung Utara, Bambang Hardiansyah, selaku pelaksana kegiatan mengatakan, Pemberantasan Narkoba tidak hanya menjadi tugas Pemerintah, dan lnstansi atau Badan terkait saja. Narkoba adalah bahaya laten, kapanpun, dan dimanapun, pemberantasan dan pencegahan pengunaan narkoba butuh waktu.

Seluruh lapisan masyarakat harus aktif, terutama orang tua untuk dapat mengawasi anak-anaknya jangan sampai terjerumus dengan yang namanya narkoba. Setelah mengikuti sosialisasi ini diharapkan peserta sosialisasi mampu dalam memahami haI-hal yang terkait dengan Narkoba, dapat menjelaskan pengertiannya serta bagaimana cara penularan dan pencegahannya.

“Untuk itu dipahami dan hindarilah yang namanya Narkoba. Jangan timbulkan penyesalan kita di kemudian hari, jangan hancurkan cita-cita kita, jangan kecewakan kedua orang tua dan masyarakat sekitar kita yang mengharapkan kita sebagai generasi emas penerus kepemimpinan khusunya di Kabupaten Lampung Utara di kemudian hari.”. Ucap Bambang.

Hadir saat itu, Kepala BNN Provinsi Lampung i.Wayan Sika Winaya, Forkopimda Kabupaten Lampung Utara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat se Kabupaten Lampung Utara, para peserta sosialisasi, MKKS, organisasi kewartawanan dan mahasiswa.

Masih ditempat yang sama, Kepala BNNP Lampung, menyatakan bahwa BNNP Lampung telah menerima laporan kegiatan narkoba (LKN) antaranya terdapat sabu sebanyak 10 kilogram, Extasi 10.000 butir dan ganja sebanyak 206 kilo yang telah didapatkan.

“Saya datang ke sini, punya Visi dari teori kita bisa bersama sama memberantas narkotika yakni dengan komunikasi, koordinasi dan berkolaborasi. Saya mohon untuk kita berikan persepsi yang sama dan komitmen untuk melakukan (pemberantasan).” ucap dia.

Masih kata i.Wayan, yang paling kita harus bawahi ialah dibawah pengungkapan yang dilakukan aparat keamanan, faktor yang menyebabkan narkoba beredar, yakni suplai dan yang menerima, faktor lain situasi demografis dan manusia itu sendiri.

“Kita bersama Polda sudah memetakan suatu wilayah menggunakan benang merah di Lampura ini termasuk diantaranya masuk benang merah, dari 15 kabupaten/kota baru 5 terbentuk BNNK.” ucapnya.

Daerah Lampung