Mahkamah Partai Menangkan Jupi, DPC PDI-P Lampura Tunggu Surat Pemecatan Abadi

*Laporan : Berkhin S. – Inspiratif.co.id

LAMPUNG UTARA, – Sekertaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Lampung Utara, menjelaskan, bila pihaknya telah menerima petikan surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P dengan nomor 1091/IN/DPP/I/2019 perihal instruksi pelaksanaan putusan Mahkamah Partai sejak Januari 2019 lalu.

Dalam petikan surat itu, tertuang empat poin yang diantaranya, meminta kepada yang bersangkutan (Abadi) untuk mengundurkan diri secara tertulis sebagai calon anggota DPRD Lampung Utara karena terbukti bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Partai atau dipecat dari keanggotaan Partai. Kemudian melaporkan kepada DPP partai apakah yang bersangkutan bersedia mengundurkan diri secara sukarela atau tidak.

Selain itu DPC PDI-P Lampung Utara juga pada tanggal 19 Juni 2020 DPC PDI-P kembali menerima surat masuk dari DPD PDI-P Provinsi Lampung dengan nomor 120/IN/DPD.15/VI/2020 perihal instruksi pelaksanaan Putusan Mahkamah Partai Nomor 58/M.PDIP/VIII/2019 Perihal Sengketa Perselisihan Pemilu Legislatif.

“Kronologisnya ini sengketa internal Partai (sengketa perolehan suara) yang di proses di Mahkamah Partai. Kemudian kita pleno dan telah kita sampaikan kepada yang bersangkutan (Abadi), hasilnya kita sampaikan ke DPP bahwa yang bersangkutan (Abadi) tidak mau mengundurkan diri.” ujar Wirta Jaya Putra, Sekertaris DPC PDI-P Lampung Utara.

Masih kata Jaya, DPP kembali menginstruksikan untuk rapat secara daring yang dipimpin langsung Ketua Bidang Kehormatan pada tanggal 8 oktober 2020, yang hadir saat itu Sekertaris DPD, Sekertaris DPC dan yang bersangkutan Abadi, “ditanya kenapa tidak mau tandatangan surat klarifikasi, karena ada dua opsi yaitu mengundurkan diri dari DPRD dan masih menjadi anggota Partai atau pemecatan. Karena masih ngotot artinya tinggal menunggu surat pemecatan.” ucapnya.

Ditegaskan Jaya, bahwa pihaknya saat ini masih menunggu surat rekomendasi pemecatan saudara Abadi sebagai keanggotaan partai dan anggota legislatif DPRD Lampung Utara untuk ditindaklanjuti ke Pergantian Antar Waktu (PAW).

“DPC PDI Perjuangan menunggu surat pemecatan saudara Abadi dan langsung akan kita rekomendasikan untuk dilakukannya PAW,” tegasnya, serta katakan, “Saat ini Abadi masih dalam keadaan aktif menjadi Anggota DPRD dan di dalam DPC PDI- P sebagai wakil ketua bidang hukum.” pungkasnya.

Diketahui, sengketa internal antara Abadi dan Jupi Sunandar di Dapil III pada saat pileg 2019 telah diproses Mahkamah internal partai, setelah diproses di mahkamah internal partai dewan pimpinan pusat PDI-Perjuangan mengeluarkan rekomendasi yang isinya memenangkan Jupi Sunandar dalam laporan sengketa perselisihan Pemilu legislatif.

Dalam duduk perkara ini, didalam perolehan suara Jupi Sunandar dan Abadi dalam pemilu legislatif 2019 lalu untuk pengisian keanggotaan DPRD Lampura Dapil III berdasarkan form model DB-1 DPRD Lampura Dapil III dengan perincian perolehan suaranya yakni, Jupi Sunandar : 2.789 suara sementara Abadi 2.891 suara, yang artinya terdapat selisih suara antara Jupi dan Abadi sebanyak 102 Suara.

Kemudian berdasarkan data yang dihimpun, fakta hukum perolehan suara Pelapor Jupi Sunandar sebanyak 2.789 sementara Abadi selaku terlapor dalam perkara ini mendapat suara sebanyak 2.784 dengan selisih sebanyak 5 suara. Atas dasar itu Mahkamah Partai merekomendasi DPP PDI-P agar menetapkan Pelapor sebagai anggota DPRD Lampung Utara terpilih.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *