Menu

Mode Gelap
Lapangan Korpri ‘Mendadak Internasional’, Ini Sebabnya Bupati Egi Minta Perangkat Daerah Genjot PAD Menko Zulkifli Hasan Gelontorkan 7.000 Bibit Kopi-Kakao untuk Petani Lampung Selatan Pemkab Lampung Selatan Genjot Realisasi Anggaran dan Penguatan Layanan Publik Pemprov Lampung Terus Dorong Pengembangan Pariwisata dan UMKM

Daerah · 4 Okt 2025 17:45 WIB ·

Prof. Evi Satispi: Program Makanan Bergizi Gratis Perlu Evaluasi dan Model Perbaikan Nasional


 Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si sedang Pres Conference mengenai MBG di Jakarta, Sabtu 04 Oktober 2025. Perbesar

Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si sedang Pres Conference mengenai MBG di Jakarta, Sabtu 04 Oktober 2025.

Laporan : Diqie Shodiq Permono
Editor : Abu Naura

JAKARTA — Dekan FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Evi Satispi, S.P., M.Si, menegaskan pentingnya evaluasi terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dalam press conference Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-17 di Aula Gedung FISIP UMJ Hari Sabtu (04/10/2025) , ia menyampaikan bahwa kebijakan publik harus mengedepankan model perbaikan terstruktur, baik melalui sentralisasi maupun desentralisasi. Menurutnya, pembentukan Badan Gizi Nasional menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program ini.

Prof. Evi menjelaskan bahwa program MBG harus kembali pada tujuan awal, yakni meningkatkan gizi dan kesehatan anak bangsa. Ia menyoroti perlunya desain kebijakan yang matang, termasuk penyempurnaan model distribusi dan pengawasan. “Kalau kita ingat, dulu ada PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang berjalan baik. Namun sekarang dengan dana triliunan, program ini perlu dikelola lebih terstruktur agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan dua model yang dapat dijadikan acuan perbaikan. Pertama, model yang sudah berjalan, namun perlu dievaluasi agar lebih efisien dan tepat sasaran. Kedua, model baru yang menekankan pentingnya badan khusus seperti Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengatur kebijakan, distribusi, dan pengawasan. “Badan ini harus memiliki struktur yang jelas dan diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidang gizi dan kesehatan,” tambahnya.

Selain itu, Prof. Evi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah pusat, daerah, hingga sekolah. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan dan keseriusan semua pihak dalam mengawal implementasi kebijakan.

Kegiatan press conference ini berlangsung di Kampus B FISIP UMJ pada Sabtu-Minggu, 4–5 Oktober 2025, dalam rangkaian UKW ke-17. Acara diikuti 32 peserta dari berbagai provinsi dengan penguji dari Dewan Pers dan panitia FISIP UMJ.(*)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polemik Pemilihan Ketua RT dan Kaling Kelurahan Pesawahan

10 Desember 2025 - 07:22 WIB

Kesiapsiagaan Ditingkatkan Jelang Puncak Aksi dan Cuaca Ekstrem

9 Desember 2025 - 16:24 WIB

Lapas Narkotika Bandar Lampung Hadirkan Kelas Bahasa Inggris

9 Desember 2025 - 16:13 WIB

Tunjang Ketahan Pangan, DSDABMBK Lampura Akan Usulkan 10 Daerah Irigasi

9 Desember 2025 - 13:53 WIB

MTQ Tingkat Provinsi Lampung ke-52 Tahun 2025 Resmi Dibuka

9 Desember 2025 - 12:58 WIB

Turnamen Bulu Tangkis Ramaikan Hari Juang Kartika Tahun 2025

9 Desember 2025 - 11:33 WIB

Trending di Daerah