Bandarlampung, Neritaphoto.id.
13 Januari 2026
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung persiapkan tujuh cabang olahraga beladiri, guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri tahap II yang akan berlangsung pada, Agustus mendatang di Sulawesi Utara. “Kita harus menyiapkan atlet yang berkualitas,” kata Riagus Ria, saat rapat koordinasi dengan Cabor, Selasa (13/1) di Kantor KONI Lampung PKOR Way Halim Bandarlampung.
Menurut Wakil Ketua Umum II itu, persiapan sudah harus dilalukan sejak saat ini agar para atlet benar-benar siap dalam menghadapi PON Beladiri Tahao II Agustus mendatang. Untuk itu KONI memanggil ketujuh Cabor beladiri yang akan berlaga di PON Beladiri II, guna menyatukan misi dan sepakat untuk mengikuti even tersebut dengan target prestasi.
“KONI memanggil tujuh Cabor beladiri, yang akan berlaga di PON Beladiri mendatang. Satu Cabor yang tidak kita ikuti yaitu Yong Moodo. Karena kita tidak memiliki kepengurusannya.” kata Riagus.
“Pemanggilan Cabor berlangsung dua hari, yaitu Selasa dan Rabu. Dalam dialog atau koordinasi, juga kami lakukan satu-persatu. Harapannya agar kita, KONI dan Cabor sepakat dan fokus untuk PON Beladiri Tahap II Agustus mendatang,” lanjut Riagus.
Lebih lanjut Waka II itu mwnjelaskan, ketujuh cabang olahraga yang dipanggil tersehut diantaranya (Selasa) Anggar, Hapkido, Kick Boxing dan Muaythai. Untuk hari Rabu tiga cabang olahraga yaitu Beladiri Campuran (MMA), Kurash dan Tinju. Prinsipnya KONI meminta atlet yang diberangkatkan harus benar-benar berkualitas.
Untuk itu, seleksi atlet akan dilakukan secara ketat melalui tes fisik tahap pertama dan kedua.
“Kita tidak mau hanya jadi penggembira. Targetnya membawa pulang medali dan memperbaiki peringkat dibanding PON sebelumnya,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Cabor anggar yang diwakili oleh Mira Daniaty, menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan KONI. Menurutnya, dukungan dan kejelasan tahapan seleksi sangat membantu cabor dalam mempersiapkan atlet. Dia juga menegaskan, meski dalam keterbatasan fasilitas latihan terutama tempat. Mereka tetap akan fokus membina dan melatih atlet, agar itensitas latihan tetap stabil dan tidak berkurang.
“Anggar menyiapkan atlet, dengan mengacu pada hasil kejuaraan nasional. Itu untuk tolok ukur kesiapan kami. Kami juga selalu memantau, terutama dalam menghadapi PON Beladiri II,” kata Mira.
“Kami mendapatkan titik terang, setelah berkoordinasi dengan KONI. Harapannya, dengan pertemuan ini, kami dan atlet bisa lebih siap dan percaya diri saat bertanding di Manado nanti,” katanya. (*3)











