BANDAR LAMPUNG – Warga Kelurahan Pesawahan menjelang berakhirnya masa jabatan RT dan Kaling, menginginkan digelar pemilihan RT dan Kaling secara langsung seperti yang diungkapkan (SH, FR dan ZL ) beberapa orang tokoh masyarakat, mewakili warga, Selasa (09/12/2025).
Warga sudah menunggu lama sejak tahun 2021 namun kecolongan, hingga kini warga sudah tidak tahan sehingga membuat petisi untuk digelar pemilihan RT dan Kaling secara langsung sesuai Perwali No. 13 Tahun 2020.
Menurut (SH) salah seorang tokoh masyarakat mengatakan bahwa, Polemik yang terjadi di Kelurahan Pesawahan Kecamatan Teluk Betung Selatan, terkait akan berakhirnya masa jabatan RT dan Kaling pada tanggal 06 Januari 2026.
“Maka Kami warga mengajukan petisi permohonan kepada Lurah dan Camat untuk digelar Pemilihan RT ini secepat mungkin, ada hal yang kami dapat, informasi dari bawah terkait pemilihan RT ini, ada indikasi tidak akan dilaksanakan atau diperpanjang SK nya dengan catatan setiap RT diminta setor uang 1 juta rupiah dengan dalih untuk membuat gerobak sokli, ini yang membuat warga berpikir tidak wajar seperti ada rekayasa. Logikanya kalau hanya sekedar gerobak sokli dari dulu juga tidak pernah ada RT diminta uang sebesar itu, biasanya lurah atau camat bersurat kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kecamatan Teluk Betung Selatan untuk meminta bantuan itu,” jelasnya.
Lanjut (SH), “Disini saya melihat ada kejanggalan, sehingga timbul polemik yang terjadi ditengah masyarakat, karena Lurah ingin melakukan pemilihan RT sesuai PERWALI No. 13 Tahun 2020 yang harus dilaksanakan sesuai aspirasi masyarakat,” ungkapnya.
Sebenarnya ada aktor dibalik ini semua yang menginginkan tidak digelar pemilihan RT ini, sehingga timbul perbedaan dan para RT men- Mosi tidak percaya Lurah Pesawahan dengan alasan tidak ada koordinasi antara Lurah dengan RT.
“Pola ini pernah terjadi di 5 tahun sebelumnya tahun 2021, pemilihan RT tidak jadi dilaksanakan dengan cara diperpanjang SK nya, akan tetapi setiap RT diminta uang setoran 500 ribu rupiah dan masuk kekantong pribadi oknum yang tidak bertanggungjawab, pada saat itu saya salah satu saksi yang melihat dan mendengar, karena saat itu saya masih menjabat Kaling,” tegas SH.
Harapan nya kepada instansi terkait, kepada Bunda Eva untuk menindak lanjuti polemik yang terjadi di Kelurahan Pesawahan, dan dapat dilakukan pemilihan RT secara langsung oleh masyarakat dalam waktu dekat ini.
Sependapat dengan SH, FR menambahkan, mengingat masa jabatan RT berakhir awal Januari, maka kami mendatangi Kelurahan mengajukan untuk segera minta digelar pemilihan RT karena beberapa masyarakat meminta adanya perubahan RT.
“Contohnya seperti bencana banjir beberapa waktu lalu, di RT kami memang tersentuh bantuan tapi tidak merata padahal banjirnya merata, itu sebenarnya yang bertindak tidak adil adalah RT dalam cara mendistribusikan bantuan, bukan dari Pemdanya,” ungkap FR.
Lanjutnya, saat kejadian itu warga berembuk bahkan RT nya pun dipanggil waktu itu., RT tetap bersikukuh bahwa itu petunjuk dari Kaling.
“Saat itu terjadi stagnan, kemudian kami berorasi ke Kelurahan dan Kecamatan minta segera digelar pemilihan RT, namun lurah dan camat susah ditemui jadi kami tidak diterima siapa-siapa, kami membuat spanduk, banner, intinya tidak mengakui RT setempat, karena ini viral di medsos, saya dipanggil lurah dan dipertemukan dengan RT dan lurah meminta untuk dibiarkan sampai masa jabatan nya habis,” pungkasnya.
ZL pun sependapat dengan dua rekannya diatas, bahwa seluruh warga masyarakat Kelurahan Pesawahan menginginkan digelar pemilihan RT serentak.
“Memang ini yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat dari tahun ke tahun, tapi kami kecolongan tidak mengerti bagaimana mereka membuat aturan ini, sehingga pada saat kami menanyakan ternyata RT ini sudah ada peng-kondisian tahu-tahu sudah di fungsikan lagi. Sementara kami dan masyarakat ini menunggu adanya pagelaran pemilihan RT yang diperoleh dengan cara demokrasi,” ungkapnya.
“Kalau seumpama incumben terpilih kembali ya kami semua mendukung, dan tidak menghalangi untuk berkompetisi, yang kami pertanyakan pihak-pihak terkait menghalang-halangi keinginan masyarakat untuk demokrasi melaksanakan Gelaran pemilihan RT, dan bila ini tidak dilaksanakan emosi masyarakat akan meluap dan ramai,” pungkasnya.(Arsan)
Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id, untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.













