Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan Isi Kajian Dhuha UM Metro, Tegaskan Peran PTMA sebagai Pilar Islam Berkemajuan

METRO – Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) melalui Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Al-Islam Kemuhammadiyahan (LPP-AIK) bekerja sama dengan Lazismu UM Metro menggelar agenda Kajian Dhuha bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (9/10/2026) bertepatan dengan 27 Rabiul Akhir 1448 Hijriah, bertempat di Masjid Baitul Hikmah, Kampus 3 UM Metro, Jalan Gatot Subroto No. 100, Yosodadi, Metro Timur, Kota Metro.

Kajian yang berlangsung pukul 07.30 hingga 08.30 WIB ini mengusung tema *”PTMA sebagai Pilar Tradisi Islam Berkemajuan”*. Acara ini menghadirkan penceramah Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., MPA., dengan dipandu oleh Dr. Garianto, M.Pd.I. selaku moderator.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Rektor UM Metro menyampaikan apresiasi atas hadirnya penceramah nasional tersebut. Rektor menekankan pentingnya pemahaman yang holistik mengenai penyiapan kader dan pengembangan sumber daya insani di lingkungan persyarikatan, khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

“Hari ini kita mendapatkan informasi yang lebih holistik terkait dengan penyiapan kader dan pengembangan sumber daya insani di Persyarikatan Muhammadiyah, terutama untuk di kampus seperti PTMA. Hal ini penting agar kita memahami filosofi, strategi, dan implementasi pengkaderan di perguruan tinggi, baik dari segi substansi maupun sasarannya,” ujar Rektor UM Metro.

Selanjutnya tiba masuk kajian Dhuha, menyampaikan materi kajian, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan menekankan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam berkemajuan yang bertujuan membawa kemajuan serta keunggulan bagi masyarakat. Menurutnya, PTMA memegang peranan kunci dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

“Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus menjadi perguruan tinggi yang unggul, bereputasi, bermutu, dan berdampak kepada masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan PTM harus dilakukan dengan cara-cara yang berkemajuan,” tegas Dr. Bachtiar.

Ia menjabarkan dua poin utama dalam mengelola PTMA yang berkemajuan:

Yang Pertama , Kesungguhan: Seluruh pengelola dan dosen harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan perannya. Dosen dituntut menjadi teladan dan memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi masyarakat luas.

Yang Kedua, Keikhlasan: Niat dalam berjuang dan berdakwah melalui PTMA harus diluruskan agar bernilai ibadah. Dakwah di kampus Muhammadiyah adalah dakwah untuk menebar rahmat, kebaikan, serta membawa kemajuan bagi Islam, umat, bangsa, dan negara.

 

Sebagai pesan penutup, Dr. Bachtiar mengajak seluruh civitas akademika UM Metro untuk memegang teguh dan mengamalkan Al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut ayat 69:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ

*”Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.”* (QS. Al-‘Ankabut [29]: 69)

“Kunci bagi seluruh civitas akademika adalah bersungguh-sungguh mengamalkan pesan Al-Qur’an, khususnya Surat Al-‘Ankabut ayat 69 ini. Jika kita bersungguh-sungguh di jalan Allah, niscaya Allah akan membukakan jalan kemudahan, kesuksesan, dan kemajuan,” pungkasnya. (Diq)

Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *