Bandar Lampung –Beritaphoto.id Kreativitas tanpa batas kembali ditunjukkan dari balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung. Berbekal pelatihan intensif, kini lahir produk kuliner unggulan baru berlabel “Raja Snack”, berupa olahan kripik tempe yang renyah dan gurih, Kamis (12/02).
Hadirnya produk ini merupakan buah manis dari program pembinaan kemandirian bidang Kegiatan Kerja (Giatja). Warga binaan tidak hanya diajarkan teori, tetapi mempraktikkan langsung pelatihan pembuatan tempe higienis yang dipadukan dengan teknik Pastry Cook. Kolaborasi dua keahlian ini menghasilkan kripik tempe dengan cita rasa yang layak bersaing di pasaran.
Medi Oktafiansyah (Kepala Bidang Kegiatan Kerja) menjelaskan bahwa peluncuran produk ini bukan sekadar aktivitas produksi biasa, melainkan sebuah inkubator bisnis bagi warga binaan.
“Ini merupakan bentuk nyata pelatihan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) bagi warga binaan. Kami ingin mereka tidak hanya bisa membuat, tapi juga memahami konsep produk yang bernilai jual. Harapannya, skill ini menjadi modal kuat untuk mandiri setelah bebas nanti,” ungkap Medi.
Kini, masyarakat luas sudah bisa mencicipi kelezatan “Raja Snack” karya warga binaan ini. Pemasaran telah merambah dunia digital dan dapat dipesan langsung melalui akun Instagram resmi @giatjalapasbl.
Dukungan masyarakat dengan membeli produk ini tidak hanya memberikan kepuasan rasa, tetapi juga turut serta mengapresiasi karya dan semangat perubahan para warga binaan.
@pemasyarakatanlampung
@ikerahmawatiofficial
@kemenimipas
@giatjalapasbl
#lapaskelas1bandarlampung #pemasyarakatanpastibermanfaatuntukmasyarakat #Kemenimipas #RajaSnack #KripikTempe #ProdukLapas #UMKMLapas #GiatjaProduktif #BanggaBuatanIndonesia #BandarLampung (*)











