BANDAR LAMPUNG – Pemaparan Kinerja Pasar Modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi disampaikan oleh Bayu Samudro, Kepala Direktorat Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Pasar Modal, Keuangan Devariatif dan Bursa Karbon OJK, pada Media Gathering OJK bersama Media Lokal se-Provinsi Lampung di Hotel Grand Mercure, Selasa (19/05/2026). Bayu Samudro menjelaskan, sejumlah indikator tetap positif ditengah dinamika pasar.
Sejumlah indikator kinerja utama pasar modal Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan yang kuat, yang mencerminkan ketahanan lanskap keuangan domestik Indonesia. Penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal pada 2025 tercatat melampaui target Rp. 200 triliun. Tren positif ini diharapkan berlanjut di 2026, dengan target Rp. 250 triliun. Nilai Asset Under Management (AUM) Industri pengelolaan investasi tumbuh signifikan pada 2025, setelah tumbuh lambat selama beberapa tahun sebelumnya.
Secara historis penerbitan obligasi mendominasi penawaran umum, mencerminkan permintaan yang kuat akan instrumen utang untuk mendanai ekspansi korporasi. Nilai Aktifa Bersih (NAB) reksa dana meningkat signifikan di 2025 dan awal 2026, ditopang oleh net subcribtion investor yang kuat ditengah berbagai dinamika pasar.
Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham meningkat signifikan di tahun 2025, dengan tren yang tetap positif di awal tahun 2026. Partisipasi Investor lokal di pasar modal Indonesia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, namun porsi kepemilikan investor asing tetap signifikan.
Jumlah investor menunjukkan pertumbuhan signifikan di beberapa tahun terakhir terutama pada kelompok investor ritel domestik yang didominasi oleh kelompok usia belia Jumlah investor terus meningkat dan telah melewati angka 25 juta, dengan pertumbuhan double-digit dalam beberapa tahun terakhir. Komposisi investor ritel domestik didominasi oleh kelompok penduduk usia muda (<=30 tahun) 54,71%, Rp. 70,82 triliun, (31-40 tahun) 24,57%, Rp. 250,88, (41-50 tahun) 12,39% Rp. 244,40, (52-60 tahun) 5,56 %, Rp. 364.48, (>=60 tahun) 2,77%. Rp. 936,41.
Rencana Aksi percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia yaitu : Kebijakan baru Free Float, Penguatan data kepemilikan saham, Demutulisasi bursa efek, Penegakan peraturan dan sanksi, Tata Kelola Emiten, Pendalaman pasar secara terintegrasi dan Kolaborasi dan sinergi dengan Stakeholder.(Arsan)
Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id











