Laporan: Darwin B.
TANGGAMUS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Daerah Pemilihan IV yang meliputi wilayah Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat dan Lampung Barat, Drs. Hi. Mukhlis Basri, M.Si. melaksanakan kegiatan Reses ke VI Periode 2024 – 2029, Agustus 2026 di Kabupaten Tanggamus.
Tepatnya kegiatan berlangsung di Balai Pekon Gisting Atas, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus pada hari Rabu (19/8/2026) mulai pukul 10.00 WIB yang berlangsung dua sesi reses.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Roswati Purwantari, M.Pd., Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Alamanda Tanggamus, Kepala Pekon Gisting Atas Sunardi, staf pribadi Mukhlis Basri serta ratusan warga Pekon Gisting Atas dan lingkungan sekitar yang antusias hadir berpartisipasi.
Dalam sambutannya Mukhlis Basri yang juga Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Lampung mengatakan bahwa pelaksanaan reses merupakan tugas dan kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap wakil rakyat.
Kegiatan ini menjadi sarana utama turun langsung ke tengah masyarakat, mendengarkan harapan, keluhan serta masukan warga secara langsung untuk kemudian dibahas dan diperjuangkan demi kemajuan wilayah dan kesejahteraan seluruh warga di daerah pemilihannya.
“Dari beberapa aspirasi dan harapan masyarakat tadi ada harapan yang sangat mendesak untuk segera pemerintah tangani, yaitu terkait seringnya banjir diwilayah Gisting ini khususnya Pekon Gisting Atas diakibatkan drainase jalan lintas barat kurang memadai menampung aliran curah hujan, sehingga berimbas melimpah ke perumahan warga. Harapan tersebut sudah kami catat dan akan segera kita tindak lanjuti ke Pusat yang berwenang terhadap Jalan lintas barat,” kata Mukhlis Basri.
Sementara itu Roswati Purwantari, M.Pd.,sebagai salah satu pemateri tim reses Mukhlis Basri mengatakan hendaknya warga masyarakat Pekon Gisting Atas dan sekitarnya. Memanfaatkan kesempatan emas reses tersebut untuk menyampaikan aspirasi terkait permasalahan yang ada di masyarakat khususnya dengan kendala kendala bantuan sosial dan pendidikan.
“Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, apa yang diharapkan masyarakat tentunya akan kami perjuangkan kepada pihak pemerintah baik daerah, Provinsi maupun Pusat. Namun seperti ada pertanyaan tadi terkait mengapa desil bisa naik level sehingga tidak lagi mendapatkan bansos. Hal tersebut dikarenakan aktivitas transaksi cod dan pinjaman ke bank warga tersebut sehingga sistem meningkatkan level detailnya,” katanya.(Wn)
Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id











