METRO — Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Kwartir Pusat (Kwarpus) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) secara resmi membuka gelaran akbar Tanwir Ke-1 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan periode 2023–2028. Perhelatan penting ini dilangsungkan dengan khidmat pada Kamis, 08 Oktober 2026 bertempat di Aula Gedung E Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), dan dihadiri oleh ratusan peserta serta tamu undangan dari seluruh penjuru tanah air.
Acara pembukaan ini diawali langsung oleh Ketua Umum Kwarpus HW, Ramanda Aman Suyadi yang dalam pidato laporannya menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi luar biasa antara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan jajaran kepanduan dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.
Pembukaan Tanwir Ke-1 HW ini tampak istimewa dengan hadirnya deretan tokoh penting tingkat nasional dan regional. Di antaranya tampak Prof. Abdul Mu’ti beserta rombongan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik yang mewakili Gubernur Provinsi Lampung, Ir. Yayan Ruchyansah, M.Sc.
Turut membersamai dalam barisan tamu kehormatan meliputi Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Sudarman beserta jajaran; Wali Kota Metro, Brambang Imam Santoso beserta rombongan Forkopimda dan Kapolres Metro; Rektor Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro), Dr. Nyoto Suseno; Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Provinsi Lampung, para direktur, serta kepala AUM. Hadir pula jajaran Kwarpus dan Kwarwil HW dari seluruh Indonesia, panitia SC dan OC, serta partisipan yang mengikuti secara daring melalui kanal YouTube resmi.
Dalam arahannya Ramanda Aman Suyadi juga mengungkapkan alasan penunjukan Kwarwil Lampung dan Kwarda Metro sebagai tuan rumah Tanwir pertama ini, di mana kepercayaan tersebut diberikan karena kapasitas dan kualitas organisasi di Lampung dinilai sudah setara dengan wilayah-wilayah besar lainnya di Pulau Jawa, sehingga ketika diberi amanah, para kader diminta untuk tidak menolak demi membuktikan bahwa Kwarwil Lampung dan Kwarda Metro telah naik level.
Mengusung tema “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”, Tanwir kali ini menekankan pentingnya meninggalkan manajemen konvensional mengingat kompleksitas tantangan generasi muda di era digitalisasi dan globalisasi yang dinamis, sehingga struktur organisasi HW dari tingkat pusat hingga cabang dituntut untuk bertransformasi menjadi lebih modern agar semakin berdampak luas di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan suksesnya kolaborasi penyelenggaraan, Kwarpus HW turut menganugerahkan Penghargaan Dharma Bakti yang diserahkan kepada Ketua PWM Lampung, Prof. Sudarman, serta Ketua Kwarwil HW Lampung, Khaironi.
Di penghujung acara, disampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak, para peserta dari berbagai daerah yang telah berbondong-bondong (beroyo-royo) hadir, serta pihak universitas atas dukungan penuh yang diberikan, sehingga rangkaian acara Tanwir I ini diharapkan dapat berjalan lancar tanpa hambatan dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan Hizbul Wathan ke depan.
Dalam amanatnya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Agung Danarto, menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya sidang Tanwir ke-1 pasca-Muktamar ini. Beliau mengingatkan bahwa sejak kebangkitan kembali Hizbul Wathan pada tahun 1999—setelah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 1918 dan sempat digabung dengan Pramuka pada 1961—usia kebangkitan HW kini telah mencapai 27 tahun sehingga momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja gerakan.
Dr. Agung Danarto menguraikan filosofi mendalam dari nama Hizbul Wathan yang terdiri dari kata Hizb (bermakna partai, tentara, atau pembela) dan Al-Wathan (negeri atau tanah air), sehingga paling tepat diartikan sebagai “Pembela Tanah Air” yang didirikan Kiai Dahlan atas dasar nasionalisme yang kuat agar anak-anak muda didikan Muhammadiyah memiliki kecintaan luar biasa terhadap tanah airnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya revitalisasi kegiatan agar HW tidak hanya berkutat pada pembinaan klasik seperti baris-berbaris, tali-temali, sandi semaphore, dan mendirikan tenda yang dapat menurunkan minat anak muda, melainkan harus diselaraskan dengan tema Tanwir yaitu meneguhkan kepanduan berkemajuan. Kepanduan berkemajuan berarti harus akrab dengan kemajuan teknologi, digitalisasi, teknologi informasi, dan media sosial, serta didukung oleh percepatan peremajaan struktur organisasi agar kepemimpinan HW diisi oleh tenaga muda yang enerjik, terlebih dengan telah hadirnya 20 Qobilah Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam perhelatan ini. Kecintaan kepada tanah air juga ditegaskan tidak cukup hanya disuarakan lewat slogan “NKRI harga mati”, melainkan harus diwujudkan melalui pembinaan mental, disiplin, dan implementasi nyata di tengah masyarakat. (Diq)
Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id












