Enam Dapur MBG Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung Turut Sukseskan Baksos dan Bersih Bersih Pantai Lanal Lampung di Tanggamus

Laporan: Darwin B.

TANGGAMUS – Dalam rangka mendukung kegiatan bakti sosial (baksos) TNI Angkatan Laut (Lanal) bersama Pemerintah Kabupaten Tanggamus di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, Jumat (30/10/2026) komitmen Enam (6) dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) di bawah naungan Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung turut serta sukseskan kegiatan.

banner 325x300

Keterlibatan enam dapur MBG tersebut diwujudkan melalui dukungan penyediaan konsumsi makan siang dan kuliner lainnya bagi peserta dan masyarakat yang mengikuti kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, serta bersih bersih pantai.

Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Lampung, Firlinda mengatakan pihaknya melibatkan 6 SPPG, yakni SPPG Kota Batu, Kelumbayan Barat, Waiharong, Gisting, Wonosobo, dan Ulu Belu.

“Hari ini kami dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial TNI AL yang bekerja sama dengan Pemkab Tanggamus. Ada enam SPPG yang kami libatkan, yakni SPPG Kota Batu, Kelumbayan Barat, Waiharong, Gisting, Wonosobo, dan Ulu Belu. Dalam kegiatan ini, kami bertugas mengisi seksi konsumsi sebagai bentuk bakti dan dukungan kami terhadap kegiatan sosial tersebut,” kata Firlinda.

Selain mendukung kegiatan sosial, Firlinda juga mengungkapkan komitmen yayasan dalam menjaga keamanan makanan yang diproduksi dan didistribusikan melalui dapur MBG.

Menurutnya, pihak yayasan telah menerima arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk meminimalkan risiko kejadian keracunan makanan. Salah satu ketentuan yang diterapkan adalah proses memasak dilakukan empat jam sebelum makanan didistribusikan.

“Kami juga mendapat arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus untuk meminimalkan kejadian keracunan di SPPG. Dalam proses pengolahan, kami mengikuti ketentuan yang telah diarahkan pemerintah, salah satunya memasak makanan empat jam sebelum didistribusikan,” ujarnya.

Firlinda menyebutkan, saat ini yayasan mengelola sembilan SPPG. Ia mengaku bersyukur karena sejauh ini belum pernah terjadi kasus keracunan makanan di dapur MBG yang berada di bawah pengelolaan yayasan tersebut.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum pernah terjadi. Itu menjadi komitmen yang terus kami jaga dari yayasan. Kami berharap jangan sampai ada kejadian seperti itu,” ungkapnya.

Dalam upaya menjaga pengawasan proses produksi, pihaknya juga menerapkan pemantauan secara virtual melalui Zoom sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Pemantauan tersebut dilakukan mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.

“Kami diberikan perangkat berupa televisi dan alat dari BGN sehingga seluruh proses memasak dapat dipantau langsung oleh BGN pusat. Pemantauan melalui Zoom ini memang sudah menjadi arahan dari BGN,” pungkasnya. (Wnrls)

Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *