OJK Bersama Pemkab Lampung Timur Bentuk Ekosistem Tertutup Penggemukan Sapi Melalui Pembiayaan Kurda

LAMPUNG TIMUR, 10 Juli 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur membangun ekosistem pembiayaan penggemukan sapi berbasis kemitraan melalui Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA), guna memperluas akses pembiayaan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memberikan literasi keuangan dan pemahaman kepada masyarakat pedesaan

mengenai akses pembiayaan yang terjangkau, aman, dan legal.

banner 325x300

Kegiatan dihadiri oleh Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy; Sekretaris
Daerah Kabupaten Lampung Timur, Dr. Rustam Effendi; Pimpinan PT GGL, drh.
Charis Prima Retnati; Direktur PT BPRS Kabupaten Lampung Timur, Toni Ardiansyah; serta perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan, Bagian Perekonomian dan SDA Setdakab, Forkopimcam Raman Utara, aparat desa, tokoh masyarakat, dan para pelaku usaha peternakan.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dalam sambutannya menyampaikan
bahwa langkah strategis ini sangat sejalan dengan landasan hukum dalam mendorong inklusi keuangan, yakni amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) serta POJK Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan. OJK memiliki mandat penuh untuk terus memastikan ketersediaan akses keuangan yang merata dan produktif di daerah.

Kepala OJK Provinsi Lampung menegaskan bahwa skema kerja sama yang melibatkan PT GGL dan PT BPRS Lampung Timur ini menciptakan sebuah ekosistem tertutup (closed-loop ecosystem) yang saling menguntungkan.

Kehadiran PT GGL sebagai mitra pendamping memberikan transfer pengetahuan
teknis tentang cara penggemukan sapi yang efektif sekaligus memastikan adanya
kepastian pasar (offtaker). Kepastian pasar ini pada akhirnya akan menekan risiko
kredit bagi perbankan, sehingga penyaluran pembiayaan KURDA menjadi jauh lebih
aman.

“Kami tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi membangun sebuah
ekosistem. Ketika peternak memperoleh modal, pendampingan, dan kepastian pasar
dalam satu rantai nilai, maka risiko usaha menurun dan kesejahteraan masyarakat
akan meningkat” ujar Otto.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa ketersediaan modal yang mudah dan terarah ini akan melindungi para peternak dari godaan meminjam kepada rentenir atau pinjol
ilegal yang kerap menyasar masyarakat pedesaan. Ia berpesan agar peternak dapat
memanfaatkan fasilitas KURDA ini dengan penuh tanggung jawab, serta menjaga
kedisiplinan dalam mengangsur agar peternak dapat menjaga kualitas riwayat kredit pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Fokus Kemitraan: Pembiayaan, Jaminan Pasar, dan Pendampingan Teknis Komprehensif. Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, Rustam Effendi, dalam kesempatan yang sama menyoroti potensi besar wilayahnya sebagai salah satu lumbung ternak sapi di Provinsi Lampung. Meskipun memiliki potensi besar, para peternak selama ini masih menghadapi dua kendala klasik, yaitu keterbatasan modal dan akses pasar. Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui PT BPRS Lampung Timur menghadirkan fasilitas pembiayaan KURDA
dengan margin pembiayaan yang kompetitif, yaitu sebesar 4%, beserta persyaratan yang mudah.

Untuk tahap awal, program ini ditargetkan untuk disalurkan kepada sekitar 10 peternak dengan potensi total pembiayaan minimal sebesar Rp1 Milyar, dengan total jumlah sapi yang akan dikelola para peternak kurang lebih sebanyak 50 ekor sapi. Adapun plafond pembiayaan yang akan disalurkan kepada masing-masing peternak diestimasikan antara Rp100-200 juta.

Kerja sama ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu pemberian akses pembiayaan yang mudah, jaminan pasar sehingga hasil ternak pasti ditampung oleh PT GGL, serta pendampingan teknis secara komprehensif. Untuk memastikan peternak siap menghadapi tantangan peternakan modern, para peternak akan memperoleh pendampingan secara berkelanjutan setelah menerima fasilitas
pembiayaan. PT GGL akan terjun langsung mendampingi peternak pada setiap fase
penggemukan, yang meliputi penentuan bibit berkualitas unggul, edukasi formulasi
pakan bernutrisi tinggi, pemantauan kesehatan untuk menekan angka penyakit ternak, hingga penerapan tata kelola kandang yang efisien. Melalui intervensi menyeluruh ini, kapasitas peternak lokal akan meningkat sehingga dapat beralih dari pola tradisional menuju pengelolaan dengan produktivitas maksimal.

Model pembiayaan berbasis kemitraan ini merupakan bagian dari pengembangan
ekonomi daerah yang menghubungkan akses pembiayaan, pendampingan usaha,
dan kepastian pasar dalam satu ekosistem. Pendekatan tersebut diharapkan dapat
menjadi model pembiayaan sektor produktif yang dapat direplikasi pada komoditas
unggulan lainnya di Provinsi Lampung.

Pendampingan Teknis Komprehensif untuk Produktivitas Maksimal OJK bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjadikan program penggemukan sapi berbasis kemitraan di Kecamatan Raman Utara ini lebih dari sekadar urusan pembiayaan. Inisiatif yang diharapkan dapat direplikasi secara masif ini merupakan instrumen strategis untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perputaran
ekonomi lokal. Melalui sinergi ini, para peternak didorong untuk “naik kelas” guna meningkatkan kesejahteraan, menjaga stabilitas harga di pasaran, serta menjadi
tulang punggung bagi terwujudnya swasembada daging dan ketahanan pangan di Provinsi Lampung.(**/San)

Ikuti Saluran WhatsApp Inspiratif.co.id, Instagram : @inspiratif.co.id_official, X : @inspiratifL, @PORT_INSPIRATIF, laman Facebook Media Inspiratif.co.id

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *