banner 728x250
Lihat Berdasarkan Tanggal
Uncategorized  

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan peran OPD untuk memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia (BI) dalam memetakan persoalan komoditas strategis, memperkuat ekonomi desa, dan mewujudkan ekonomi Lampung yang diproyeksikan tumbuh 5,5-6 persen pada 2026. Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat Rapat Rekomendasi Penguatan Kinerja Komoditas Strategis di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (5/2/2026). “Kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mendampingi Pemerintah Provinsi, terutama dalam fokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depan, menjaga keseimbangan, sekaligus memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak pada kemakmuran masyarakat Lampung,” ujar Mirza. Menurutnya, BI telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi perekonomian daerah serta memberikan sejumlah rekomendasi strategis yang perlu ditindaklanjuti oleh Pemprov Lampung. “Bank Indonesia melihat, memotret, dan menyampaikan rekomendasi-rekomendasi terhadap apa saja yang harus dilakukan Pemprov,” katanya. Mirza menjelaskan, sepanjang 2025 Pemprov Lampung telah mulai memetakan dan membenahi berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan atau bottleneck pertumbuhan ekonomi daerah.

Provinsi Lampung kembali menegaskan keberhasilannya dalam menjaga stabilitas harga. Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Februari 2026, inflasi Lampung secara tahunan (year-on-year/y-on-y) tercatat sebesar 1,90 persen,…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.